Lintaskabar.id, Makassar — Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan, Azhar Arsyad, menyiapkan agenda konsolidasi internal untuk merapikan arah kepemimpinan di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC).
“DPW PKB Sulsel melakukan rapat koordinasi bersama jajaran DPC hingga struktur di bawahnya agar partai memperoleh gambaran menyeluruh, bukan hanya melihat persoalan yang tampak di permukaan,” ujar Azhar saat bersilaturahmi dengan awak media di Kantor PKB Sulsel, Jalan Prof. Basalamah, Selasa (17/2).
Pemetaan Kondisi DPC Jadi Tahap Pertama
Azhar menjelaskan, DPW akan meninjau kondisi faktual di tiap DPC. DPW akan memantau dinamika internal, mengevaluasi tata kelola kepengurusan, serta memetakan isu yang berkaitan dengan aturan organisasi. Dengan langkah ini, DPW dapat menyusun pembenahan yang lebih terarah.
Tim Lima Disiapkan untuk Solusi dan Pemetaan Kandidat
Setelah pemetaan berjalan, DPW akan mengaktifkan “tim lima” untuk merumuskan langkah penyelesaian persoalan di tingkat DPC. Selain itu, tim tersebut juga menyusun peta kandidat yang dinilai siap dan berpeluang memimpin DPC PKB di kabupaten/kota.
PKB Buka Ruang bagi Kader yang Ingin Maju
Azhar menegaskan PKB membuka kesempatan bagi kader yang ingin masuk bursa ketua DPC.
“Kader yang berminat dapat mengambil kesempatan dan mengikuti mekanisme pendaftaran yang disiapkan partai,” pungkasnya.
DPW Lakukan Penyaringan Awal, DPP Tentukan Akhir
Dalam mekanisme seleksi, DPW menjalankan proses penjaringan dan penyaringan tahap awal. Tim lima menyampaikan laporan kepada DPW, lalu DPW meneruskan nama-nama yang memenuhi kriteria ke tingkat pusat. Namun, Azhar menekankan bahwa DPP memegang keputusan final, sehingga DPP dapat menambah atau mencoret nama kandidat sesuai pertimbangan dan informasi yang diterima.
UKK Dua Tahap hingga Muscab/Muscap
Azhar memaparkan bahwa kandidat akan mengikuti UKK (uji kompetensi dan kelayakan) dalam dua tahap. Pada UKK pertama, pihak ketiga di luar DPW akan melakukan pengujian, sementara DPW masih berkomunikasi dengan sejumlah perguruan tinggi untuk menjalankan proses tersebut. Selanjutnya, DPP menggelar UKK tahap kedua dengan menjadikan hasil UKK pertama sebagai dasar penilaian. Seluruh peserta UKK pertama tetap mengikuti UKK kedua agar partai bisa menilai potensi kandidat melalui diskusi serta evaluasi kelebihan dan kekurangannya.
“Sesudah rangkaian uji dan penilaian, partai akan membawa daftar kandidat ke musyawarah cabang (muscab/muscap). DPP menyampaikan nama-nama yang ditetapkan, sementara PAC tetap memiliki ruang mengusulkan nama tambahan. Pada akhirnya, pembahasan internal di tingkat DPP akan bermuara pada penetapan ketua DPC definitif di masing-masing daerah,” tutupnya. (Ar)







