MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mempertegas komitmennya dalam memberdayakan masyarakat kepulauan dengan menghadirkan akses pelatihan kerja langsung di wilayah mereka.
Langkah ini dilakukan melalui kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) guna mendukung peningkatan keterampilan sekaligus mendorong kemandirian warga tanpa harus bergantung sepenuhnya pada daratan utama.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa tantangan transportasi dan keterbatasan lapangan kerja di wilayah kepulauan menjadi alasan utama pelaksanaan program ini.
“Untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat pulau, Pemkot Makassar akan menggandeng BLK guna memberikan pelatihan kerja sesuai kebutuhan lapangan. Program ini segera dilaksanakan di pulau-pulau dalam waktu dekat,” jelasnya saat membuka kegiatan Smart Project Based Learning (PBL) dan Pelatihan Berbasis Kompetensi yang digelar Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar.
Munafri mengungkapkan bahwa akses menuju pulau-pulau di sekitar Makassar kerap menghadapi hambatan. Jalur darat dan laut tidak selalu mudah ditempuh, terlebih saat musim barat dan timur ketika gelombang bisa mencapai 3–4 meter.
“Kalau mau ke kota, butuh effort luar biasa,” ujarnya.
Melalui program pelatihan kerja ini, Pemkot berharap masyarakat pulau dapat memiliki keterampilan baru untuk meningkatkan taraf hidup sekaligus mengurangi ketergantungan pada pusat kota. Munafri pun menyampaikan apresiasi kepada BLK Makassar yang telah membuka kesempatan pelatihan langsung di pulau.
“Kita yang datang ke sana, mereka cukup berkumpul di tempat pelatihan. Semoga hasilnya baik dan berkembang,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa pendidikan kreatif dan berbasis pengalaman adalah jalur cepat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tengah tantangan ekonomi.
“Tren pendidikan modern menuntut metode kreatif agar siswa mampu mengembangkan keterampilan praktis. Fokus pada pendidikan vokasi adalah kuncinya,” kata Munafri.
Sebagai contoh, ia menyinggung Pulau Kecamatan Sangkarang yang memiliki banyak ide cemerlang dari masyarakatnya. Namun, menurutnya, diperlukan langkah konkret agar gagasan tersebut dapat diwujudkan.
Lebih jauh, Pemkot Makassar melalui program unggulan Makassar Creative Hub (MCH) yang digagas Munafri bersama Wakil Wali Kota Fatmawati Aliyah, juga hadir sebagai pelengkap pendidikan vokasi. Program ini dirancang untuk menumbuhkan keterampilan, menyalurkan bakat, serta membuka peluang usaha baru bagi generasi muda dan pelaku industri kreatif.
Penulis: Ardhi







