INTERNASIONAL — Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan ke fasilitas pasokan energi di Israel, termasuk pusat produksi bahan bakar jet tempur. Serangan ini dilakukan menggunakan drone dan rudal presisi tinggi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dilansir dari Al Jazeera, Minggu (15/6), Iran menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan bentuk balasan atas agresi militer yang dilakukan Israel sebelumnya. IRGC menegaskan bahwa serangan balasan akan terus dilakukan jika tindakan Israel tidak dihentikan.

“Operasi ofensif angkatan bersenjata IRGC akan terus berlanjut dengan lebih ganas dan meluas jika kejahatan dan agresi terus berlanjut,” demikian pernyataan resmi dari IRGC.

Sirene peringatan udara meraung di Tel Aviv, Yerusalem, dan Haifa menyusul serangan rudal tersebut. Langit Israel dikabarkan dipenuhi rudal balistik, menciptakan kepanikan di berbagai kota besar.

Sementara itu, Yordania memutuskan menutup wilayah udaranya demi menghindari eskalasi konflik regional yang lebih luas. Dunia internasional menyerukan agar kedua negara segera menahan diri.

Penulis: Zulkifli