MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar resmi memaparkan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Makassar, Rabu (11/6).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam rapat yang dipimpin oleh DPRD Kota Makassar itu, Wali Kota Munafri Arifuddin memaparkan visi-misi pembangunan serta program strategis yang akan menjadi pedoman pembangunan lima tahun ke depan.

Menurut Munafri, penyusunan RPJMD merupakan amanat konstitusi sebagaimana diatur dalam UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“RPJMD ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan representasi nyata dari aspirasi masyarakat yang dituangkan dalam program-program terencana, terukur, dan terintegrasi,” tegasnya.

Visi yang diusung dalam RPJMD 2025–2029 adalah Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan. Munafri menjelaskan makna visi tersebut secara rinci:

Unggul, yaitu Makassar sebagai kota maju dengan sumber daya manusia yang berkualitas, ekonomi produktif, serta teknologi yang inovatif.

Inklusif, mengedepankan partisipasi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan.

Aman, menjadikan Makassar kota yang tertib dan aman dari gangguan sosial maupun kriminalitas.

Berkelanjutan, menegaskan komitmen terhadap kelestarian lingkungan serta kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Munafri-Aliyah merumuskan tujuh misi strategis, di antaranya: peningkatan daya saing ekonomi dan lapangan kerja, penguatan kualitas SDM dan pelayanan dasar, pembangunan infrastruktur berkeadilan, pengembangan pusat inovasi, peningkatan tata kelola pemerintahan, perluasan akses bagi kelompok rentan, serta penguatan kualitas lingkungan dan mitigasi bencana.

Lebih lanjut, Munafri memaparkan bahwa RPJMD ini dijabarkan ke dalam 12 tujuan, 25 sasaran, serta 50 indikator kinerja utama (IKU) yang menjadi panduan seluruh SKPD Kota Makassar dalam menyusun program kerja tahunan mereka.

Dalam kesempatan itu, Munafri juga memperkenalkan Tujuh Program Prioritas MULIA sebagai bagian dari 50 Program Strategis MULIA yang telah dirumuskan.

Program-program ini merupakan prioritas utama yang disusun untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mewujudkan janji politiknya. Ketujuh program tersebut meliputi:

1. Pembangunan Stadion Internasional, sebagai sarana olahraga modern berstandar global.

2. Pendirian Makassar Creative Hub, sebagai pusat pengembangan kreativitas dan keterampilan generasi muda.

3. Digitalisasi Layanan Publik lewat Makassar Super App, guna menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan transparan.

4. Penyediaan Air Bersih Gratis, memperluas akses air bersih bagi seluruh masyarakat Makassar.

5. Pengadaan Seragam dan Perlengkapan Sekolah Gratis, khusus bagi siswa SD, SMP, dan pendidikan setara, melalui pemberdayaan UMKM lokal.

6. Penghapusan Iuran Sampah bagi Warga Prasejahtera, sebagai bentuk keadilan sosial dan pengurangan beban hidup masyarakat berpenghasilan rendah.

7. Perluasan Jaminan Sosial, untuk memastikan hak dasar kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas tetap terjamin.

Munafri menegaskan pentingnya sinergi antar SKPD, serta dukungan penuh dari DPRD, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan media dalam menyukseskan pelaksanaan RPJMD ini. “Semua perangkat daerah harus bergerak dalam satu visi dan tujuan. Tidak ada lagi ego sektoral,” ujarnya.

Lebih lanjut, Munafri menegaskan bahwa RPJMD ini telah melalui proses panjang dan partisipatif, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk sinkronisasi dengan kebijakan nasional dan provinsi.

“Tantangan pembangunan Makassar ke depan cukup kompleks: urbanisasi, perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan problem sosial yang terus berkembang. Karena itu, dibutuhkan solusi yang inovatif, kolaboratif, serta berpihak pada kepentingan rakyat,” paparnya.

Sebagai bentuk akuntabilitas, Pemkot Makassar akan melakukan pemantauan rutin terhadap implementasi RPJMD serta menyampaikan laporan secara terbuka kepada publik.

Munafri menegaskan, “Kami ingin RPJMD ini benar-benar menjadi kompas pembangunan yang konkret dan terukur, agar masyarakat merasakan perubahan nyata selama lima tahun ke depan.”tutupnya.

Penulis: Ardhi