Lintaskabar.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mulai mematangkan penyusunan dan penetapan Program Strategis Daerah (PSD) untuk tahun anggaran 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sejumlah proyek berskala besar yang berdampak langsung pada peningkatan pelayanan publik serta percepatan pembangunan kota masuk dalam daftar usulan awal. Program tersebut mencakup pembangunan stadion, penataan Kawasan Karebosi, pembangunan Stadion Untia, serta peningkatan fasilitas kesehatan dan pendidikan seperti puskesmas dan sekolah percontohan.

TAPD Bahas Program Prioritas Bersama OPD

“Program-program yang telah dibahas ini masih berupa usulan,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, Selasa (6/1/2026).

Ia menjelaskan, TAPD membahas program prioritas tersebut bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Melalui pembahasan ini, pemerintah menyaring program yang benar-benar siap dilaksanakan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Selanjutnya akan dipresentasikan kepada bapak Wali Kota Makassar untuk ditentukan mana yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Daerah. Setelah itu, Bappeda akan menetapkannya secara resmi,” jelas Andi Zulkifly.

Penetapan PSD Sesuai RPJMD dan Kemampuan Anggaran

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pemerintah menetapkan Program Strategis Daerah dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan anggaran, besarnya dampak bagi masyarakat, serta kesesuaian dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Makassar.

Pembangunan Stadion Jadi Program Utama

Salah satu program utama yang diusulkan untuk direalisasikan pada 2026 adalah pembangunan stadion. Pada 2025, Pemkot Makassar telah mengalokasikan anggaran untuk penyusunan feasibility study (FS) sebagai kajian akademik guna menilai urgensi, kelayakan, dan kebutuhan pembangunan stadion.

“Kajian tersebut kini telah rampung dan menjadi dasar bagi pelaksanaan proyek,” tuturnya.

Proyek Stadion Gunakan Skema Multiyears

Ia menambahkan, Pemkot Makassar merencanakan pembangunan stadion dengan skema multiyears pada periode 2026–2027. Pemerintah akan memulai tahapan awal dengan tender manajemen konstruksi (MK) untuk menyusun konsep teknis dan basic design stadion.

Setelah itu, pemerintah melakukan pematangan lahan di wilayah Ujung Pandang sepanjang tahun 2026. Selanjutnya, pekerjaan konstruksi fisik dijadwalkan mulai pada 2027 dengan target stadion dapat difungsikan pada 2028.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pekerjaan Umum (PU) bertindak sebagai leading sector.

“Termasuk, pelaksanaannya juga melibatkan lintas OPD, termasuk dinas yang membidangi pertanahan, tata ruang, perizinan, lingkungan hidup, serta penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL),” terangnya.

Sekolah Percontohan dan MPP Masuk Program Strategis

Selain sektor olahraga, Pemkot Makassar juga mengusulkan pembangunan sekolah percontohan pada sektor pendidikan sebagai bagian dari Program Strategis Daerah 2026. Pemerintah merencanakan pembangunan satu unit sekolah percontohan dengan aset berada di bawah pengelolaan Dinas Pendidikan, sementara Dinas PU menangani konstruksi fisik.

“Sekolah ini diharapkan menjadi model pengembangan mutu pendidikan dan rujukan bagi sekolah unggulan lainnya di Kota Makassar,” harapnya.

Sementara itu, Pemkot Makassar juga mengusulkan penyelesaian pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) Makassar Government Center (MGC). Proyek ini mencakup penyelesaian seluruh lantai bangunan beserta interior agar OPD dapat segera berpindah dan pelayanan publik terintegrasi dalam satu pusat layanan.

Program Seragam Gratis dan Penataan Karebosi

Di sisi lain, Pemkot Makassar memastikan kelanjutan program Seragam Gratis yang direncanakan mulai berjalan pada awal 2026. Berdasarkan evaluasi tahun 2025, pemerintah menyempurnakan mekanisme pengadaan barang dan jasa agar lebih efektif dan tepat waktu.

“Pembahasan mekanisme baru tersebut telah melibatkan Dinas Pendidikan, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), serta tim teknis terkait,” ungkap Zulkifly.

Pada sektor penataan kota, Pemkot Makassar kembali mengusulkan penataan Kawasan Karebosi sebagai proyek strategis daerah dengan skema multiyears. Meski sebelumnya mengalami penyesuaian desain, pemerintah telah memasukkan tahapan tender dan pendampingan pengadaan dalam perencanaan.

Puskesmas dan Pengamanan Aset Daerah

Pada sektor kesehatan, Pemkot Makassar juga memasukkan pembangunan Puskesmas Pampang Baru ke dalam daftar Program Strategis Daerah 2026. Seluruh tahapan perencanaan telah rampung pada 2025, namun pemerintah baru dapat melaksanakan pembangunan fisik pada 2026.

“Selain itu, beberapa puskesmas lain, seperti di Kecamatan Biringkanaya dan Sudiang, masih berada dalam tahap kajian dan review kelayakan pelaksanaan,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa kegagalan merealisasikan program prioritas dapat berdampak pada penilaian publik serta pengawasan lembaga pengawas seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin juga memberi perhatian serius terhadap pengamanan aset daerah melalui percepatan sertifikasi. Pada 2026, pemerintah memprioritaskan sertifikasi aset tanah dan bangunan yang digunakan untuk pelayanan publik.

Saat ini, Pemkot Makassar mencatat sekitar 6.000 aset daerah, dengan sekitar 4.000 aset belum bersertifikat. Oleh karena itu, pemerintah memprioritaskan sertifikasi kantor pelayanan publik, kantor SKPD, kantor kecamatan, sekolah, puskesmas, serta aset di wilayah kepulauan.

Sebanyak 38 bangunan kantor mulai masuk proses sertifikasi sejak awal Januari 2026 dengan target penyelesaian dalam waktu satu tahun. Langkah ini sekaligus menindaklanjuti rekomendasi dan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Total 16 Program Prioritas Masuk Tahap Seleksi

Secara keseluruhan, Pemkot Makassar merancang sekitar 16 program prioritas untuk tahun anggaran 2026. Seluruh program tersebut masih berada dalam tahap perancangan dan akan diseleksi secara ketat oleh Wali Kota Makassar sebelum ditetapkan sebagai prioritas utama.

“Seleksi dengan mempertimbangkan kesiapan pelaksanaan setiap program agar seluruh program strategis yang ditetapkan benar-benar dapat direalisasikan,” pungkasnya. (Ar)