Lintaskabar.id, Makassar Dinas Kebudayaan melalui bidang pelestarian cagar budaya Kota Makassar mengumumkan pemenang Lomba Fotografi Cagar Budaya bertema Heritage In Frame, yang digelar di Museum Kota Makassar, Rabu (10/12/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Lomba ini menarik perhatian masyarakat, mahasiswa, dan pelajar, dengan ratusan karya fotografi yang diterima sejak penerimaan dibuka pada 7 November hingga 7 Desember 2025.

Penjurian dan Kriteria Penilaian

Dewan juri yang terdiri dari fotografer Muhammad Abdiwan, Dwi Julian, dan arsitek Sudjar Adityadjaja menilai karya berdasarkan beberapa kriteria penting. Mereka menilai foto bangunan dan situs cagar budaya berdasarkan kualitas teknis, estetika, tingkat kesulitan, keunikan lokasi, serta kemampuan foto dalam menginspirasi pelestarian cagar budaya.

Haryanti Ramli, Kepala Bidang Pelestarian Dinas Kebudayaan Kota Makassar, menjelaskan bahwa penilaian mencakup sudut pandang, ketajaman gambar, pencahayaan, dan komposisi yang memenuhi standar fotografi teknis dan artistik.

“Kami berharap lomba ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian cagar budaya di Kota Makassar,” ujar Haryanti.

Hasil Lomba dan Pemenang

Setelah proses penjurian, pemenang lomba ditentukan sebagai berikut:

  • Juara I: Syahid Dzulkifli dengan foto Benteng Rotterdam
  • Juara II: Muhammad Nuzul’at Saleh dengan foto Gereja Katedral
  • Juara III: Davina Ulsela Syane Manihin dengan foto Museum Kota Makassar (The Gate)
  • Juara Harapan: Arman Setyadi dengan foto Gereja Katedral (Malam)

Juara pertama menerima Rp 2 juta, juara kedua Rp 1,5 juta, juara ketiga Rp 1 juta dan Juara harapan 500 ribu.

Tujuan dan Harapan Dinas Kebudayaan Makassar

Syahruddin, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Makassar, menambahkan bahwa lomba ini bertujuan untuk mendekatkan masyarakat dengan cagar budaya Makassar.

“Selain promosi, lomba ini juga mengenalkan cagar-cagar budaya Indonesia, baik yang teridentifikasi maupun belum,” katanya.

Syahruddin juga berharap lomba ini dapat meningkatkan jumlah pengunjung ke museum dan situs cagar budaya, serta memperkuat kesadaran tentang pentingnya menjaga warisan budaya.

“Pengetahuan masyarakat mengenai cagar budaya terus berkembang, terlihat dari meningkatnya kunjungan ke museum dan tempat budaya lainnya,” tambahnya.

Dinas Kebudayaan Kota Makassar berharap pelestarian cagar budaya terus mendapat perhatian dan dukungan, terutama dari generasi muda. (Ar)