Lintaskabar.id, Jakarta – Pendiri Microsoft, Bill Gates, menyampaikan penyesalan mendalam atas hubungannya di masa lalu dengan terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Gates menyampaikan pernyataan itu setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis dokumen terbaru yang memuat rincian relasi Epstein dengan sejumlah tokoh global.
Gates minta maaf dalam wawancara televisi
Dalam wawancara dengan 9News Australia yang disiarkan Rabu (4/2/2026) waktu setempat, Gates menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan mengakui penyesalannya.
“Setiap menit yang saya habiskan bersamanya, saya menyesalinya, dan saya meminta maaf,” tegas Gates.
Dokumen memuat draf email Epstein berisi tuduhan serius
Dokumen terbaru itu memuat draf email dari Epstein yang menuduh Gates terlibat dalam sejumlah tindakan, termasuk klaim bantuan memperoleh obat-obatan terkait konsekuensi hubungan seksual dengan perempuan Rusia, serta tudingan bahwa Epstein memfasilitasi pertemuan terlarang dengan perempuan yang sudah menikah.
Gates bantah dan sebut upaya fitnah
Gates membantah tuduhan itu dan menilai klaim dalam draf email tersebut sebagai upaya pencemaran nama baik.
“Email itu tidak pernah dikirim. Email itu bohong. Saya tidak tahu apa yang dia pikirkan saat itu. Apakah dia mencoba menyerang saya dengan cara tertentu?” ujar Gates.
Gates jelaskan konteks pertemuan sejak 2011
Gates menjelaskan bahwa ia memulai pertemuan dengan Epstein pada 2011 untuk kepentingan penggalangan dana kesehatan. Ia menegaskan tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein di Karibia dan tidak pernah menjalin hubungan dengan perempuan yang disediakan Epstein.
“Fokusnya selalu pada fakta bahwa dia mengenal banyak orang kaya, dan dia mengatakan bisa membuat mereka memberikan uang untuk kesehatan global. Dalam retrospeksi, itu adalah jalan buntu,” kata Gates.
Juru bicara: Epstein frustrasi karena gagal membangun relasi
Juru bicara resmi Gates menilai dokumen yang muncul justru memperlihatkan kekecewaan Epstein karena gagal menjalin hubungan berkelanjutan dengan Gates. Ia juga menuding Epstein sengaja menjebak dan memfitnah.
“Satu-satunya hal yang ditunjukkan dokumen-dokumen ini adalah rasa frustrasi Epstein karena dia tidak memiliki hubungan yang berkelanjutan dengan Gates dan sejauh mana dia akan menjebak serta memfitnah,” ungkap juru bicara tersebut.
Melinda sebut isu ini memunculkan luka lama
Mantan istri Bill Gates, Melinda French Gates, merespons lebih tajam. Dalam wawancara dengan National Public Radio (NPR), ia mengatakan kemunculan kembali rincian dokumen ini mengingatkannya pada masa yang menyakitkan dalam pernikahannya, yang berakhir pada 2021.
Melinda dorong pihak terkait memberi jawaban
Melinda menilai Bill Gates masih memikul tanggung jawab untuk menjelaskan lebih lanjut hubungannya dengan Epstein. Ia juga meminta publik menuntut jawaban langsung dari pihak-pihak yang terlibat.
“Bagi saya, secara pribadi sulit setiap kali rincian itu muncul,” ujar Melinda.
“Apa pun pertanyaan yang tersisa di sana tentang apa yang terjadi-saya bahkan tidak bisa mulai mengetahui semuanya-pertanyaan-pertanyaan itu adalah untuk orang-orang tersebut dan bahkan untuk mantan suami saya. Mereka perlu menjawab hal-hal itu, bukan saya,” pungkasnya. (Zi)







