MAKASSAR—Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk penyelenggaraan pendidikan jalur afirmasi.
Penandatanganan ini dilakukan oleh Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa dan Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh di Ruang Senat Lantai 2, Gedung Rektorat Unhas, Kampus Tamalanrea, belum lama ini.
Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sulawesi Selatan melalui program pendidikan berbasis Tridarma Perguruan Tinggi, termasuk jenjang Magister dan Doktor.
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa menyampaikan apresiasinya atas inisiatif kolaborasi ini.
“Kerja sama ini bukan hanya langkah administratif, tetapi upaya nyata dalam mempererat hubungan antara dunia akademik dan pemerintah untuk mencapai Indonesia yang lebih maju. Kalau Indonesia mau maju, harus punya SDM yang unggul,” ujar Prof. JJ, sembari mencontohkan negara maju seperti Singapura yang memiliki birokrat dengan pendidikan tinggi.
Prof. JJ juga menegaskan bahwa sebagai institusi yang dimiliki masyarakat, Unhas berkomitmen mendukung pengembangan SDM di Sulawesi Selatan.
Pj Gubernur Sulsel, Prof. Zudan Arif Fakrulloh menekankan bahwa kerja sama ini adalah momentum penting untuk meningkatkan kapasitas ASN.
“Melalui kerja sama ini, kita ingin memperkuat kompetensi ASN dengan pendidikan formal yang relevan dengan kebutuhan zaman. Ini juga selaras dengan amanah UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, yang mewajibkan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan,” kata Prof. Zudan.
Ia juga menyebut Pemprov Sulsel mendukung program ini melalui pemberian beasiswa, seperti yang diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2024.
Kasubdit Penerimaan Mahasiswa Baru Unhas, Yuyu Ichsani, M.I.Kom, menjelaskan bahwa program afirmasi ini mencakup beberapa jenjang studi, seperti Magister Data Sains, Doktor Ilmu Komunikasi, Doktor Ilmu Hukum, Doktor Manajemen, dan Doktor Ilmu Kedokteran.
“Setiap program akan menerima 15-25 mahasiswa, kecuali Prodi Ilmu Kedokteran yang hanya menerima 15 orang. Penerimaan dimulai pada semester genap 2024/2025, kecuali Magister Data Sains yang direncanakan untuk semester ganjil 2025/2026,” jelas Yuyu.
Proses penerimaan mahasiswa dilakukan melalui seleksi administrasi oleh Pemprov Sulsel dan seleksi akademik oleh Unhas.
Prof. Zudan juga menekankan pentingnya keahlian dalam merancang kebijakan publik yang baik.
“Kebijakan yang efektif harus dirancang oleh orang-orang dengan kompetensi tinggi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tutupnya.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan profesionalisme ASN Sulsel dan memperkuat peran pendidikan tinggi dalam membangun SDM unggul di Indonesia.
Penulis:Anugrah







