MAKASSAR — Usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah fasilitas layanan publik, Komisi D DPRD Kota Makassar akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Jumat mendatang untuk menindaklanjuti berbagai temuan di lapangan.
Sidak yang dilakukan Rabu kemarin itu mencakup kunjungan ke RS Ujung Pandang Baru, RSUD Daya, dan SD Tamalanrea.
Sekretaris Komisi D, Fahrizal Arrahman Husain, menyatakan bahwa pihaknya akan menghadirkan Dinas Kesehatan, Inspektorat, serta manajemen kedua rumah sakit untuk membahas temuan yang dinilai memerlukan penanganan serius.
“RDP ini penting untuk mengevaluasi proyek-proyek yang tidak berjalan maksimal. Kami tidak ingin dana publik digunakan tanpa kejelasan,” ujar Fahrizal, Kamis (1/5).
Salah satu sorotan utama adalah kondisi RS Ujung Pandang Baru yang dinilai mangkrak sejak 2018, meski telah menghabiskan anggaran hingga puluhan miliar rupiah.
Tahun 2023, proyek ini kembali menerima kucuran dana, namun tak menunjukkan kemajuan berarti.
“Dengan anggaran sebesar Rp60 hingga Rp80 miliar, progresnya tidak sebanding. Kami minta Inspektorat lakukan audit menyeluruh sebelum dana operasional tambahan Rp10 miliar untuk 2025 dicairkan,” tegas Fahrizal.
Sementara itu, RSUD Daya dinilai lebih baik dari sisi layanan, namun masih menyisakan persoalan fisik seperti plafon bocor dan dinding berlumut, yang juga akan masuk dalam agenda evaluasi RDP.
Komisi D berharap, forum ini menjadi langkah awal pembenahan tata kelola anggaran dan peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari APBD benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tutup Fahrizal.
Penulis: Ardhi







