MAKASSAR —Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan kapasitas akademik dosen Indonesia dengan menggelar Pre-PhD Coaching dan Pelatihan Publikasi Jurnal Internasional di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, 22–23 April 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta dari 12 perguruan tinggi di Sulawesi dan sekitarnya, menjadikannya pelatihan terbesar sepanjang sejarah program ini.
Peserta mendapatkan bimbingan langsung dari Prof. Emeritus Dr. Rushaimi Zien Yusoff dan Assoc. Prof. Dr. Dwi Santoso, Ph.D., mengenai penyusunan proposal disertasi dan strategi publikasi jurnal internasional.
Dwi Santoso menyampaikan bahwa UMAM membuka 250 kuota beasiswa penuh untuk studi doktoral, termasuk pembebasan biaya kuliah selama tiga tahun.
Ia menekankan bahwa sertifikat coaching ini menjadi syarat utama untuk mengakses beasiswa tersebut.
“Kami hadir untuk membantu para dosen menyiapkan riset doktoral mereka, bahkan hanya dalam dua hari. Tak ada yang tak mungkin,” ujarnya di hadapan peserta.
Kabar menggembirakan lainnya, Malaysian Qualifications Agency (MQA) kini menghapus kewajiban penguasaan bahasa Inggris sebagai syarat masuk PhD. Mahasiswa diperbolehkan menulis disertasi dalam bahasa Melayu—kebijakan yang diharapkan memudahkan pelamar dari Indonesia.
Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abd Rakhim Nanda, menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari visi internasionalisasi kampus.
Ia menekankan pentingnya kejelasan niat dalam studi doktoral, serta penguatan mutu dosen dan institusi.
“Gelar PhD bukan sekadar formalitas. Harus ada arah dan tujuan yang jelas,” tegasnya.
Selain pelatihan, kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan jejaring antarperguruan tinggi Muhammadiyah.
Ditandatangani pula MoU dan MoA antara Unismuh Makassar, UMAM, dan sejumlah kampus mitra lainnya seperti Universitas Muhammadiyah Gorontalo dan Sinjai.
Dengan antusiasme tinggi dan dukungan beasiswa yang signifikan, program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencetak lebih banyak doktor unggul dari kampus Muhammadiyah.
Penulis: Anugrah







