MAKASSAR —Sebagai upaya memperkuat pemahaman siswa terhadap materi Fisika, khususnya pada topik Energi, Bosowa School Makassar menggelar kunjungan edukatif ke Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo 1 berkapasitas 72 MW yang dikelola oleh Vena Energy.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan experiential learning, yang memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar langsung dari lingkungan nyata.
Selama kunjungan, siswa diperkenalkan secara dekat dengan kincir angin raksasa yang menjadi komponen utama pembangkit listrik tenaga bayu.
Melalui paparan tim Vena Energy, para siswa memperoleh wawasan tentang energi terbarukan—mulai dari cara kerja turbin angin, manfaatnya bagi lingkungan, hingga kontribusi PLTB terhadap masyarakat sekitar.
Penjelasan ini membuka perspektif baru tentang pentingnya transisi menuju energi bersih.
PLTB Tolo 1 sendiri merupakan salah satu proyek strategis nasional yang berperan dalam penyediaan listrik ramah lingkungan di Indonesia.
Energi yang dihasilkan dialirkan ke jaringan PLN untuk mendukung kebutuhan nasional, sekaligus menekan emisi gas rumah kaca dan menciptakan lapangan kerja di wilayah setempat.
Gatot Tjatur, guru pendamping dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa kunjungan ini sangat bermanfaat bagi siswa karena mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga menyaksikan secara langsung bagaimana energi angin dikonversi menjadi listrik.
“Dengan melihat langsung teknologi pembangkit listrik tenaga angin, kami berharap siswa lebih antusias dalam mendalami sains, sekaligus terinspirasi untuk berinovasi di bidang energi terbarukan,” ungkap Gatot, Rabu kemarin.
Melalui pengalaman ini, diharapkan para siswa semakin sadar akan pentingnya pemanfaatan energi ramah lingkungan dan memiliki semangat untuk berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau.
Penulis: Anugrah







