JEPANG—Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang didaulat sebagai pembicara dalam seminar bertajuk “On City to City Collaboration for Zero Carbon Society 2025” yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, Kamis kemarin.
Dalam seminar yang berlangsung di Congres Convention Center, Grand Front Osaka Utara, Danny Pomanto berdiskusi bersama tokoh global seperti Wali Kota Renca-Chili, Claudio Casto, serta sejumlah pemimpin dan pakar dari Jepang, termasuk Masahiko Tsujio dari Pemerintah Kota Sakai, Shiro Takeda dari Kota Kobe, dan Atsushi Tsuji dari Biro Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Kansai.
Mereka membahas solusi untuk mencapai dekarbonisasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Danny Pomanto memaparkan empat langkah aksi Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan program Low Carbon City.
1. Revisi Penataan Ruang: Membangun Makassar sebagai kota “Sombere”, kota cerdas, layak huni, dan tangguh.
2. Teknologi Hijau: Implementasi teknologi ramah lingkungan di sektor air, energi, transportasi, industri, dan limbah.
3. Gerakan Dekarbonisasi: Penanaman pohon, konservasi bakau, dan pengembangbiakan karang sebagai langkah oksigenasi.
4. Perubahan Perilaku Sosial: Menggalakkan mitigasi, adaptasi sosial, serta melibatkan masyarakat melalui program seperti gang wisata.
“Kota Makassar ingin mengambil inisiatif melaksanakan program Kota Rendah Karbon guna memperbaiki tingkat konsentrasi O2 dan CO2,” jelas Danny Pomanto dalam pemaparannya.
Ia juga menekankan bahwa sebagai kota strategis dengan lokasi tepi laut yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, seperti banjir, rob, dan cuaca ekstrem, Makassar harus segera melakukan langkah konkret menuju dekarbonisasi.
Selain itu, Danny Pomanto menyoroti pentingnya kolaborasi antar kota dalam mempercepat transisi menuju dekarbonisasi. Ia menyebutkan berbagai kerja sama yang telah dijalin Makassar dengan Jepang, termasuk:
Proyek Smart Island bersama Oriental Consultant Global (OCG), yang menyediakan sistem panel surya untuk masyarakat pulau.
Proyek Kota Zero Karbon dengan Kota Yokohama dan Nippon Koei.
Kerja sama dengan Kota Maniwa untuk pengelolaan sampah.
“Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menciptakan langkah-langkah dekarbonisasi yang lebih cepat dan efektif,” tutup Danny Pomanto.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari Jepang dan luar negeri yang berkomitmen pada upaya dekarbonisasi lokal, menjadikan Makassar salah satu contoh nyata kota di Indonesia yang serius dalam menerapkan program ramah lingkungan.
Penulis:Anugrah







