MAKASSAR—Program Studi (Prodi) Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa (Unibos) mengadakan pameran inovasi olahan hasil ternak perah yang berlangsung di Gedung 1 Lantai 8, Fakultas Pertanian Unibos, pada Rabu (8/1).
Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian, Ir. A. Tenri Fitriyah, P.hD, serta tim penilai dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri (BPSDM Kemendagri) Regional Makassar.
Pameran tersebut melibatkan mahasiswa Prodi Peternakan angkatan 2022 sebagai bagian dari praktik sekaligus ujian akhir mata kuliah Produksi Ternak Perah.
Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Ir. Syarifuddin menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melatih mahasiswa dalam menciptakan inovasi berbasis susu ternak perah yang bernilai tambah.
Mahasiswa dibagi ke dalam tiga kelompok untuk mempresentasikan produk olahannya.
“Pameran ini adalah langkah awal agar mahasiswa memiliki keterampilan mengolah susu menjadi produk bernilai ekonomi. Dengan inovasi seperti ini, kita harapkan produk mahasiswa bisa masuk ke pasar modern seperti supermarket,” jelas Syarifuddin.
Inovasi Baru: Es Krim Bunga Telang
Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah es krim berbahan dasar susu yang dipadukan dengan bunga telang. Selain memberikan rasa yang unik, bunga telang juga memiliki berbagai manfaat kesehatan.
“Ini adalah bentuk kebaruan (novelty) dalam produk olahan susu. Kita bisa menikmati es krim yang lezat sekaligus mendapatkan manfaat kesehatan dari bunga telang, yang berfungsi sebagai bahan alami yang kaya antioksidan,” tambah Syarifuddin.
Ia juga berharap keterampilan ini menjadi bekal mahasiswa untuk menjadi pencipta lapangan kerja di masa depan.
“Kewirausahaan harus didukung dengan keterampilan yang aplikatif, karena masyarakat membutuhkan produk yang bernilai ekonomi tinggi,” tutupnya.
Dukungan Penuh dari Dekan Fakultas Pertanian
Dekan Fakultas Pertanian, Ir. A. Tenri Fitriyah, P.hD, mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sejalan dengan program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
“Inovasi seperti ini harus terus dikembangkan. Namun, mahasiswa juga perlu memperhatikan aspek legalitas produk seperti pelabelan komposisi, tanggal kedaluwarsa, dan sertifikasi halal. Ini penting agar produk bisa diterima secara luas di pasar,” ujar Tenri.
Ia berharap hasil inovasi mahasiswa tidak berhenti pada pameran, tetapi menjadi langkah awal untuk menciptakan usaha yang bernilai ekonomis.
“Kita dorong mahasiswa untuk tidak hanya belajar teori, tetapi mampu menjadi wirausahawan muda dengan produk yang kompetitif,” tambahnya.
Pameran ini menjadi salah satu langkah strategis Unibos dalam mendukung pengembangan keterampilan mahasiswa untuk bersaing di dunia kerja dan usaha.
Penulis: Anugrah







