SULSEL-Debat Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan (Pilgub Sulsel) akan menjadi ajang penting bagi para calon gubernur untuk memaparkan visi dan misi mereka dalam memajukan perekonomian daerah.
Pengamat Ekonomi, Lukman Setiawan menuturkan jelang debat pada tanggal 28 Oktober mendatang dua pasangan calon Pilgub Sulsel, Andi Sudirman-Fatmawati dan Mohammad Ramdhan Pomanto – Azhar Arsyad diharapkan mampu menyampaikan program, sekaligus dapat menunjukkan komitmen nyata terhadap perbaikan kondisi ekonomi di Sulsel.
“Debat ini akan menyajikan beberapa tahapan, termasuk pemilihan gubernur dan kepala daerah di seluruh kabupaten. Para calon akan ditantang untuk menjelaskan bagaimana mereka akan melanjutkan program perekonomian nasional yang telah diterapkan, serta menerjemahkannya ke dalam kebijakan yang relevan di tingkat provinsi,” paparnya, Rabu 23 Oktober 2024.
Dosen Universitas Bosowa (Unibos) ini menuturkan salah satu fokus utama yang perlu diperhatikan bagi para calon perihal pertumbuhan ekonomi.
Menurut Lukman calon Gubernur harus menggarisbawahi upaya mereka dalam mengembangkan sektor-sektor yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti ekonomi kreatif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam hal ini, data statistik akan berperan penting sebagai dasar pengambilan keputusan yang tepat.
“Pengembangan ekonomi digital juga menjadi sorotan penting. Dalam era digital saat ini, calon gubernur harus mampu menjelaskan bagaimana mereka akan memanfaatkan teknologi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata. Pemerataan ekonomi melalui pengembangan sub-sektor yang fokus pada inovasi dan kreativitas diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” imbuhnya.
“Selama ini, pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan telah menunjukkan kemajuan yang signifikan, tetapi tantangan tetap ada. Calon-calon gubernur perlu menggali lebih dalam mengenai strategi yang akan mereka terapkan untuk memastikan pertumbuhan tersebut dapat berlanjut,”tambahnya.
Fokus pemerintah saat ini terletak pada pembangunan infrastruktur, khususnya di bidang telekomunikasi, transportasi, dan pertanian, yang menjadi pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Tidak hanya itu, calon gubernur juga dituntut untuk memiliki rencana yang jelas dalam melanjutkan kebijakan-kebijakan yang telah ada. Hal ini penting agar program-program pembangunan tidak terputus dan tetap berjalan sesuai dengan harapan masyarakat.
“Dengan tujuan menjadikan Sulawesi Selatan sebagai provinsi unggulan di Indonesia Timur, para calon gubernur diharapkan mampu menjawab tantangan ini dengan inovasi dan strategi yang tepat. Debat ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperkenalkan diri, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan komitmen dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,”pungkasnya.
Ia berharap dalam debat tersebut nantinya akan memberikan gambaran yang jelas tentang arah pembangunan Sulawesi Selatan ke depan, serta membantu masyarakat dalam memilih pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi perekonomian daerah.
“Diharapkan pemilih dapat lebih tercerahkan dengan adanya debat pada tanggal 28 Oktober nanti,” tutupnya.**







