Lintaskabar.id, Makassar – Universitas Bosowa bersama Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar meningkatkan kompetensi tenaga kerja konstruksi melalui Pelatihan dan Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) Bidang Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kedua lembaga menggelar kegiatan tersebut di Aula Fakultas Teknik Lantai 5 Gedung II Universitas Bosowa, Rabu (17/6/2026). Sebanyak 75 peserta mengikuti pelatihan pada Jabatan Kerja Supervisor K3 Konstruksi Utama (Jenjang 6).

Melalui program ini, Universitas Bosowa dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar membekali tenaga kerja konstruksi dengan kemampuan yang sesuai standar sekaligus memperkuat penerapan keselamatan kerja di proyek pembangunan.

Universitas Bosowa Siapkan Tenaga Konstruksi Kompeten

Dosen Fakultas Teknik Universitas Bosowa, Ir. Arman Setiawan, S.T., M.T., membuka kegiatan dengan menyampaikan laporan penyelenggara. Setelah itu, Dekan Fakultas Teknik Universitas Bosowa, Dr. Ir. Awaluddin Hamdi, S.T., M.Si., IPM., menyampaikan sambutan terkait pentingnya peningkatan kualitas SDM konstruksi.

Ia menilai industri konstruksi membutuhkan tenaga kerja yang mampu mengikuti perkembangan zaman dan menerapkan standar keselamatan kerja.

“Universitas Bosowa berkomitmen menghadirkan ruang kolaborasi antara dunia akademik dan industri agar lulusan maupun tenaga kerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar nasional dan kebutuhan pembangunan masa depan,” ujarnya.

Balai Jasa Konstruksi Dorong Profesionalisme Tenaga Kerja

Sementara itu, Afandi Andi Basri, S.T., M.T., yang mewakili Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, membuka pelatihan tersebut secara resmi.

Ia menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi memberikan pengakuan terhadap kemampuan tenaga kerja sekaligus membantu membangun budaya keselamatan di sektor konstruksi.

“Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, kami berharap lahir tenaga kerja konstruksi yang profesional, kompeten, serta siap menghadapi industri konstruksi yang berbasis manajemen risiko dan keselamatan kerja,” katanya.

Peserta Pelajari Sistem Keselamatan Konstruksi

Selama pelatihan, para peserta mempelajari penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), identifikasi risiko, pengendalian bahaya, regulasi keselamatan kerja, hingga pelaksanaan uji kompetensi.

Selain itu, kegiatan ini mendorong peserta memahami praktik keselamatan agar dapat menerapkannya langsung dalam proyek konstruksi.

Kolaborasi Kampus dan Pemerintah Perkuat SDM

Lebih lanjut, kerja sama Universitas Bosowa dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar memperkuat peran perguruan tinggi dalam membantu pemerintah mencetak tenaga konstruksi berkualitas.

Universitas Bosowa memanfaatkan fasilitas akademik, tenaga ahli, dan jaringan kerja sama untuk menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, kedua pihak berharap dapat mencetak tenaga kerja konstruksi yang profesional, berdaya saing, dan mampu mendukung pembangunan nasional yang aman serta berkelanjutan. (Ag)