Lintaskabar.id, Makassar — Komisi D DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) menemukan sejumlah baskom dan ember plastik di dalam Masjid Kubah 99 Makassar, saat melakukan kunjungan pengawasan Kamis (05/03) pukul 11.00–12.45 WITA. Pengelola masjid menggunakan wadah-wadah itu untuk menampung tetesan air hujan karena atap bangunan masih bocor.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Komisi D Pantau Kondisi Masjid dari Lantai Utama hingga Lantai Dua

Ketua Komisi D DPRD Sulsel Kadir Halid bersama anggota Komisi D Lukman B Kady meninjau langsung kondisi bagian dalam masjid dengan pendampingan Inspektorat Provinsi Sulsel. Rombongan menyusuri lantai utama hingga lantai dua dan memeriksa genangan air di sejumlah titik.

Baskom Bertebaran, Jemaah Tetap Beribadah

Petugas menempatkan baskom plastik berbagai warna di lantai untuk menampung air yang masih menetes dari atap. Kadir Halid beberapa kali memeriksa genangan air di lantai. Sementara itu, sejumlah jemaah tetap melaksanakan salat di area karpet meski kondisi masjid masih bocor.

Kadir Halid Soroti Kebocoran yang Masih Terjadi

Kadir Halid menyatakan kebocoran masih muncul di beberapa bagian bangunan, termasuk area platform lantai dua. Ia melihat air tetap menetes walau hujan sudah berhenti.

“Ini sudah diperbaiki saya tidak tahu bagaimana, tapi ini masih bocor. Termasuk platform lantai dua juga masih bocor semua. Ini bekas-bekas semua di platform,” kata Kadir saat peninjauan.

Ia juga menunjukkan beberapa titik lantai yang masih basah akibat tetesan air dari atas bangunan.

“Air masih menetes meski hujan sudah reda. Berarti banyak air di atas, karena sudah cerah tapi air masih tetap menetes,” ujarnya.

Dewan Nilai Baskom Hanya Solusi Sementara

Kadir menilai penempatan baskom di sejumlah titik hanya menjadi langkah sementara untuk menampung air dari kebocoran atap. Ia juga menemukan lantai masih basah di beberapa area.

“Ini baskom-baskom semua ditaruh untuk menampung air bocor. Lantainya juga masih basah, jadi ini bocornya merata dari sini sampai ke sana,” jelasnya sambil mengusap lantai yang tergenang air.

Pertanyakan Anggaran Perbaikan, Kebocoran Tetap Muncul

Kadir mempertanyakan mengapa kebocoran masih terjadi, padahal pihak terkait sebelumnya telah mengalokasikan anggaran perbaikan.

“Sudah ada anggaran kemarin dikasih, kenapa ini masih bocor. Kalau begini bentuknya berarti yang di atas yang bermasalah,” tegas Kadir.

Lukman B Kady Sindir Penambahan Baskom

Lukman B Kady menyoroti banyaknya baskom yang dipakai untuk menampung air di dalam masjid. Ia menyindir perlunya menambah jumlah baskom untuk mengatasi kebocoran yang merata.

“Kalau kau order baskom lagi kasi 99 baskom  untung menampung ini semua kebocoran yang terjadi,” kata Lukman.

Ia juga menilai kondisi tersebut memalukan karena Masjid Kubah 99 menjadi ikon Sulawesi Selatan.

“Pak Inspektorat saya bilang, kalau mau beli baskom untuk menampung ini, beli saja 99 baskom. Ini ikon Sulsel begini, malu-malu,” ujarnya. (Ar)