Manchester Penyebab pemecatan Ruben Amorim dari kursi pelatih Manchester United akhirnya terungkap. Dalam beberapa jam krusial sebelum keputusan diumumkan, pelatih asal Portugal itu meluapkan emosi saat bertemu jajaran petinggi klub. Sikap tersebut menjadi faktor penentu berakhirnya masa jabatannya di Old Trafford.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Manchester United memecat Amorim jelang laga kontra Leeds United yang berakhir imbang 1-1. Pertandingan di Elland Road itu sekaligus menjadi laga terakhirnya bersama Setan Merah. Laporan menyebut Amorim terlibat adu argumen dengan Direktur Sepak Bola Jason Wilcox sebelum pertandingan, yang secara langsung memengaruhi keputusan klub.


Kritik Terbuka kepada Dewan Direksi

Usai laga di West Yorkshire, Amorim kembali melontarkan kritik kepada dewan direksi. Ia mempertanyakan dukungan manajemen dan menegaskan keinginannya bekerja sebagai “manajer”, bukan sekadar “pelatih”.

Dalam pernyataan terbuka kepada wartawan, Amorim menyampaikan sikap tersebut secara gamblang.

“Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan pelatih Manchester United,” ujarnya.

Ia juga menegaskan tidak berniat mundur dan akan tetap menjalankan tugasnya hingga dewan memutuskan sebaliknya.


Situasi Dinilai Tak Berkelanjutan

Namun, Amorim tidak memperoleh perpanjangan kontrak 18 bulan seperti yang ia sampaikan. Klub bahkan memecatnya kurang dari 24 jam setelah pernyataan tersebut. The Telegraph melaporkan bahwa posisinya saat itu sudah berada di titik yang tak bisa dipertahankan.

Media tersebut menyebut situasi Amorim menjadi “tidak berkelanjutan”. Jason Wilcox sebenarnya mengagendakan pertemuan internal untuk mengevaluasi perkembangan tim. Akan tetapi, ketika pembahasan menyentuh sistem permainan 3-4-3, Amorim kembali bereaksi emosional.


Taktik Jadi Sorotan Selama 14 Bulan

Selama 14 bulan memimpin United, pendekatan taktis Amorim terus menuai kritik. Ia mencoba membawa stabilitas dan arah baru, namun para pemain kesulitan menjalankan sistem yang ia terapkan. Situasi ini makin rumit karena bursa transfer berlalu tanpa mendatangkan pemain yang benar-benar sesuai kebutuhan taktiknya.

Meski klub menggelontorkan dana besar pada musim panas 2025, hasil di lapangan tak kunjung konsisten. Amorim sempat mengubah strategi saat menghadapi Newcastle dan Wolves, namun kembali ke pendekatan lamanya ketika tim berada di bawah tekanan.


Keputusan Akhir di Tangan CEO

Sikap keras kepala Amorim akhirnya meyakinkan hierarki klub bahwa ia telah membawa United sejauh yang ia mampu. Chief Executive Manchester United, Omar Berrada, mengambil keputusan pemecatan dalam pertemuan yang juga dihadiri Wilcox pada Senin pagi.

Sementara itu, The Sun melaporkan bahwa sumber internal klub meyakini Amorim sebenarnya ingin meninggalkan Old Trafford dan secara tidak langsung mempercepat kepergiannya.


Fletcher Jadi Manajer Sementara

Pasca pemecatan Amorim, Manchester United menunjuk pelatih tim U-18 Darren Fletcher sebagai manajer sementara. Mantan gelandang yang memahami kultur klub itu akan memimpin Setan Merah saat bertandang ke markas Burnley pada lanjutan Liga Primer, Kamis (8/1) dini hari WIB.

Untuk jangka panjang, United berencana menunjuk pelatih baru pada musim panas mendatang. Klub mengincar pelatih Crystal Palace asal Austria, Oliver Glasner, sebagai kandidat utama pengganti Amorim. (Zi)