MAKASSAR – Politikus PKS Makassar Sarwandi dan Yeni Rahman jadi juru bicara untuk pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Amri Arsyid-Abdul Rahman Bando (AMAN) di Pilwalkot.
Usai ditunjuk jadi jubir, Anggota terpilih DPRD Sulsel itu mengaku sebuah tantangan bagi dirinya atas tugas tersebut akan diemban dengan penuh tanggung jawab lebih lagi dirinya merupakan representasi dari kalangan perempuan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

”Saya mewakili ibu-ibu. Meski jubir, saya akan turun juga, kan saya anggota DPRD, punya konstituen. Maka saya akan sampaikan juga kenapa harus memilih AMAN,ucap Yeni Rahman, Sabtu 7 Agustus 2024.
Yeni menuturkan kedepan nya kerja-kerja politik yang dilakukan lebih mendekatkan diri dalam menggaet pemilih pemuda baginya pemuda paling memahami,dia juga telah mengusulkan kepada Dispora mengenai berbagai program kepemudaan.

”Yang paling mengerti milenial itu bu-ibu, karena mereka juga pernah jadi milenial. Saya ini selama 10 tahun di DPRD, sudah mengusulkan juga ke Dispora, bahwa Makassar kekurangan ruang ekspresi anak muda,” tuturnya.

Legislator DPRD Makassar itu juga menilai, solusi permasalahan yang dihadapi pemuda tidak harus selalu menempatkan anak muda sebagai solusinya. Tetapi lebih pada konsep yang ditawarkan dalam upaya penuntasan.

”Kami melihat ide milenial itu tidak harus dari milenial, karena ini lebih pada konsep. Selama ini ruang ekspresi lebih banyak diberikan untuk anak-anak yang berprestasi, yang belum berprestasi justru tidak punya ruang,” ungkapnya.

Sementara itu Sarwandi menuturkan pihaknya melihat Makassar ini butuh kebijakan yang lebih kompleks. Hal ini bisa dituntaskan oleh pihak-pihak yang sudah tuntas mengenai kebijakan politik birokrasi.
”Bapaslon kami ini satu dari politisi dan satunya birokrat, tentu kebijakannya sangat berdampak. Kalau ini bersatu, maka akan lebih kuat. Karena rakyat ini bukan dari satu kalangan saja, harus ada yang mengakomodasi itu semua. Kota kita butuh AMAN,” kata dia.**