Lintaskabar.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar mendorong langkah strategis untuk mengatasi krisis sampah melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri Rakortas bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan pada Selasa (31/03/2026) untuk mempercepat proyek tersebut.
Pemerintah menjadikan PSEL sebagai upaya mengubah sampah menjadi sumber energi.
Krisis Sampah Jadi Perhatian Nasional
Indonesia menghasilkan puluhan juta ton sampah per tahun, sementara Makassar mencatat lebih dari 1.000 ton per hari.
Selama ini, pemerintah mengandalkan sistem kumpul-angkut-buang, namun kapasitas TPA seperti Antang sudah berlebih.
Pemerintah pusat menetapkan PSEL sebagai Proyek Strategis Nasional melalui Perpres No. 35 Tahun 2018 dan mendorong percepatan di 33 lokasi.
TPA Antang Jadi Lokasi Strategis
Pemerintah Kota Makassar mengusulkan pembangunan PSEL di TPA Antang karena lebih efisien dan tidak memerlukan relokasi sampah.
“Ini adalah perintah langsung Bapak Presiden agar proyek ini bisa berjalan lebih cepat dan lebih masif,” ujar Munafri.
Pemerintah juga menyiapkan kawasan tersebut sebagai pusat pengolahan sampah terpadu.
Teknologi Ubah Sampah Jadi Listrik
Pemerintah menggunakan teknologi termal untuk membakar sampah dan mengubahnya menjadi energi listrik.
Sistem ini dilengkapi pengendalian emisi agar tetap aman, serta memungkinkan pemanfaatan residu.
Teknologi ini mampu mengurangi volume sampah hingga 80–90 persen.
Tantangan Masih Ada
Pemerintah masih menghadapi tantangan seperti investasi besar dan kekhawatiran dampak lingkungan.
Isu emisi menjadi perhatian sehingga pemerintah perlu memastikan pengawasan ketat. Selain itu, karakter sampah basah juga memengaruhi efisiensi.
Pemerintah harus mengintegrasikan PSEL dengan sistem pengurangan dan daur ulang.
Investasi dan Perubahan Cara Pandang
Pemerintah Kota Makassar menjadikan PSEL sebagai investasi jangka panjang untuk mengurangi beban lingkungan dan menambah energi.
“Semoga ini menjadi investasi yang bermanfaat, mampu menyelesaikan persoalan sampah, sekaligus memberikan dampak positif bagi Kota Makassar dan masyarakat,” tutup Munafri.
Pemerintah juga mendorong perubahan cara pandang terhadap sampah sebagai sumber daya.
Oleh: Ahmad Musawir (Ketua Bidang Lingkungan Hidup Badko HMI Sulsel)







