Lintaskabar.id, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya komitmen dan konsistensi seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menjalankan program kerja Pemerintah Kota Makassar.
Munafri, yang akrab disapa Appi, menyampaikan hal tersebut saat membuka kegiatan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kota Makassar di Hotel Arya Duta Makassar, Selasa (14/4/2025).
Kegiatan yang digagas Bagian Organisasi Pemkot Makassar itu mengusung tema “Penguatan SAKIP sebagai Instrumen Transformasi Kinerja Menuju Makassar Berdampak”.
Dalam arahannya, Appi menegaskan bahwa SAKIP bukan sekadar administrasi atau rutinitas birokrasi. Ia menempatkan SAKIP sebagai instrumen strategis yang mencerminkan kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Appi menekankan bahwa pengelolaan pemerintahan harus melampaui formalitas dan mampu memberikan manfaat langsung bagi publik.
“Ini bukan sekadar teori, tetapi bagaimana sistem governance itu tercermin dari cara kita menjalankan pemerintahan,” ujarnya.
Implementasi Bukan Sekadar Sistem
Selain itu, Appi menegaskan bahwa keberhasilan implementasi SAKIP sangat bergantung pada komitmen seluruh jajaran, bukan hanya pada kualitas sistem. Ia menilai tanpa kesungguhan dalam pelaksanaan, sistem yang baik tidak akan menghasilkan dampak optimal.
“Sebagus apa pun sistem yang kita miliki, jika tidak disertai dengan komitmen untuk menjalankannya, maka tidak akan memberikan dampak yang baik terhadap tata kelola pemerintahan,” tegasnya.
Oleh karena itu, Appi menyebut dua kunci utama dalam implementasi SAKIP, yakni penerapan sistem yang tepat dan komitmen kuat dalam pelaksanaan. Ia juga menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah wajib menjalankan SAKIP secara konsisten.
Program Harus Terukur dan Berdampak
Di sisi lain, Appi meminta setiap kepala SKPD bertanggung jawab penuh terhadap perencanaan, pelaksanaan, hingga capaian kinerja di unit kerja masing-masing. Ia menegaskan tidak boleh ada program yang tidak memiliki kontribusi jelas terhadap pembangunan daerah.
“Setiap program harus memiliki arah yang jelas dan terukur. Tidak boleh ada kegiatan yang tidak memiliki dampak terhadap pencapaian target pembangunan daerah,” imbuhnya.
Jaga Konsistensi Sistem Birokrasi
Selanjutnya, Appi menyoroti pentingnya menjaga kesinambungan sistem birokrasi meskipun terjadi pergantian pejabat. Ia menegaskan bahwa sistem yang telah dibangun harus tetap berjalan dan terus ditingkatkan agar menghasilkan hasil yang lebih baik.
“Boleh orangnya berganti, tetapi sistem harus tetap berjalan dan terus ditingkatkan. Ini adalah proses berkelanjutan yang harus memberikan dampak nyata,” katanya.
Perkuat Koordinasi Antar Lembaga
Di samping itu, Appi mendorong kepala SKPD untuk memperkuat koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Inspektorat sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), serta Bagian Organisasi dan pemangku kepentingan lainnya.
Ia menilai koordinasi tersebut penting untuk memastikan implementasi SAKIP berjalan optimal sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Hadapi Tantangan dengan Disiplin
Meski demikian, Appi mengakui bahwa pelaksanaan SAKIP tidak lepas dari berbagai tantangan. Namun, ia tetap meminta seluruh jajaran menjalankannya dengan disiplin dan komitmen tinggi.
“SAKIP ini akan menjadi cerminan bagaimana kita mengelola pemerintahan. Tujuan kita sama, yaitu menghadirkan pemerintahan yang akuntabel dan berdampak bagi masyarakat,” jelasnya.
Optimistis Raih Predikat Lebih Baik
Sebagai penutup, Appi menyatakan optimisme bahwa kualitas SAKIP Kota Makassar akan terus meningkat seiring komitmen seluruh perangkat daerah.
“Dengan komitmen, kedisiplinan, dan kesungguhan, kualitas SAKIP kita akan semakin baik dan mampu meraih predikat yang lebih tinggi ke depan,” tutupnya. (Ar)







