MAKASSAR—Universitas Hasanuddin (Unhas) menegaskan komitmennya dalam mendukung hilirisasi nikel di Indonesia dengan memperkuat riset dan pengembangan teknologi.
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah industri nikel nasional serta memperkokoh posisi Indonesia di pasar global.
Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, Unhas resmi dicanangkan sebagai Pusat Kajian Hilirisasi Nikel Indonesia dalam Expo dan Simposium Nasional Hilirisasi Nikel yang mengusung tema “Menjadikan Universitas Hasanuddin sebagai Pusat Kajian Riset Hilirisasi Nikel Indonesia”.
Acara ini diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni Teknik Unhas (IKA Teknik Unhas) di Ballroom Unhas Hotel, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, pada Rabu (26/2).
Peran Strategis Unhas dalam Hilirisasi Nikel
Ketua IKA Teknik Unhas, Ir. M. Sapri Pamulu,menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi nyata alumni dalam pembangunan nasional.
Hilirisasi nikel bukan sekadar prioritas nasional, tetapi juga peluang besar bagi alumni Teknik Unhas untuk berperan aktif dalam industri strategis.
Dengan pusat produksi nikel yang banyak tersebar di Sulawesi, Unhas memiliki posisi yang sangat strategis dalam pengembangan sektor ini.
“Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari forum diskusi yang telah dilakukan sebelumnya. Harapannya, dari pertemuan ini lahir ide-ide inovatif yang dapat memberikan manfaat besar bagi industri nikel nasional,” ujar Sapri.
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IKA Unhas, Prof. Yusran Yusuf, turut mengapresiasi inisiatif IKA Teknik Unhas.
Ia menegaskan pentingnya ruang diskusi akademik seperti ini untuk mendukung Unhas menjadi pusat riset dan inovasi nikel di Indonesia.
Dukungan Penuh dari Unhas
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa menyatakan bahwa Unhas siap mendukung pengembangan hilirisasi nikel melalui penyediaan riset, teknologi, dan sumber daya manusia berkualitas.
Sebagai wujud konkret, Unhas telah membuka program studi Metalurgi dan Material guna mencetak lulusan yang kompeten di bidang industri nikel.
“Unhas memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pengembangan kebijakan dan inovasi berbasis riset guna memaksimalkan manfaat industri nikel bagi Indonesia,” kata Prof. Jamaluddin Jompa.
Roadmap Hilirisasi Nikel Unhas
Sebagai bagian dari rencana strategis, roadmap Pusat Kajian Hilirisasi Nikel Unhas terdiri atas beberapa tahapan:
1. Jangka Pendek: Penyusunan kurikulum dan pelatihan bagi dosen dan mahasiswa, riset awal tentang teknologi pengolahan nikel, serta membangun kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri.
2. Jangka Panjang: Menjadikan Unhas sebagai rujukan nasional dalam pengembangan teknologi hilirisasi nikel serta menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan oleh industri hingga terbentuknya pusat kajian yang unggul dan berkelanjutan.
Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan diskusi dan pemaparan materi dari para narasumber. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar hingga selesai pada pukul 16.00 WITA.
Penulis: Anugrah







