MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mulai mempersiapkan secara intensif pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat universitas yang akan digelar pada 14–15 Juni 2025.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

MTQ ini menjadi langkah awal dalam menyongsong MTQ Mahasiswa Tingkat Nasional, dengan harapan membawa pulang gelar juara dari ajang bergengsi tersebut.

Persiapan ini dibahas dalam rapat panitia yang berlangsung di Menara Iqra, Senin (26/5), dipimpin Ketua Panitia MTQ Unismuh 2025, Zainal MH Abidin, dan dihadiri oleh Wakil Rektor III, Dr KH Mawardi Pewangi, serta Ketua LP3 AIK, Samhi Muawwan Djamal, M.Ag.

KH Mawardi Pewangi menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar kompetisi, tetapi sarana menanamkan nilai-nilai Qur’ani di kalangan mahasiswa.

“Tahun ini kita ingin lebih dari sekadar berpartisipasi. Kita menargetkan kemenangan. Maka, persiapannya harus dimulai dari sekarang,” tegasnya.

Samhi Muawwan menambahkan, ajang ini juga bagian dari perayaan milad kampus yang bertujuan mencetak kader Qur’ani unggul.

“MTQ harus menjadi ruang kaderisasi dan investasi prestasi nasional,” ujarnya.

Delapan Cabang, Pendaftaran Dibuka Hingga 10 Juni

MTQ Unismuh 2025 akan mempertandingkan delapan cabang lomba:

1. Tilawatil Qur’an (TQ)

2. Tartil Qur’an (TL)

3. Hifzhil Qur’an 10 Juz (HQ10)

4. Hifzhil Qur’an 20 Juz (HQ20)

5. Hifzhil Qur’an 30 Juz (HQ30)

6. Fahmil Qur’an (FQ)

7. Syarhil Qur’an (SQ)

8. Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al-Qur’an (KTIQ)

Pendaftaran dibuka secara daring dari 23 Mei hingga 10 Juni 2025 melalui tautan:

https://bit.ly/daftar-mtq-Universitas-Muhammadiyah-2025

Peserta wajib merupakan mahasiswa aktif Unismuh Makassar (dibuktikan dengan KTM) dan dapat mengikuti lebih dari satu cabang lomba, kecuali kategori tahfizh. Untuk cabang beregu, semua anggota wajib berjenis kelamin sama.

Technical meeting akan digelar daring pada 11 Juni 2025, sementara perlombaan berlangsung luring di Kampus Unismuh pada 14–15 Juni.

Langkah Strategis: Karantina untuk Juara

Salah satu terobosan tahun ini adalah program karantina khusus bagi peserta yang meraih peringkat 1 hingga 3.

Karantina ini dirancang sebagai wadah pembinaan lanjutan yang mencakup pelatihan intensif teknis, mental, dan spiritual untuk mempersiapkan mereka menghadapi MTQ tingkat nasional.

“Karantina ini bukan hanya pembekalan teknis, tetapi juga penguatan mental dan spiritual para finalis. Ini bagian dari komitmen kami agar Unismuh bisa bersaing di tingkat nasional,” jelas Zainal.

Sebelumnya, Unismuh berhasil meloloskan finalis pada dua cabang lomba di MTQ Nasional. Tahun ini, panitia menargetkan pencapaian lebih tinggi, yakni membawa pulang minimal satu gelar juara nasional.

Mengangkat tema “Aktualisasi Nilai-Nilai Qur’ani dalam Mencetak Talenta Emas Universitas Muhammadiyah Makassar,” MTQ ini diharapkan menjadi momentum membangun karakter Qur’ani di lingkungan kampus, sekaligus menjadi ajang lahirnya bibit-bibit unggul di bidang keilmuan Al-Qur’an.

Penulis: Anugrah