Lintaskabar.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) resmi menetapkan Azhar Arsyad sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulawesi Selatan untuk periode 2026–2031. Melalui penetapan ini, DPP kembali mempercayakan Azhar untuk memimpin PKB Sulsel sekaligus mengonsolidasikan kekuatan partai menghadapi agenda politik ke depan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Azhar Lulus UKK di Jakarta, DPP Terbitkan SK

Azhar memperoleh mandat tersebut setelah ia melewati seluruh tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang DPP PKB gelar langsung di Jakarta. Setelah itu, DPP menerbitkan Surat Keputusan (SK) resmi bagi para ketua DPW yang dinyatakan lolos UKK.

DPW PKB Sulsel Susun Kepengurusan Baru

Selanjutnya, DPW PKB Sulsel mulai menyusun struktur kepengurusan wilayah secara menyeluruh. Kepengurusan baru ini diarahkan menjadi mesin organisasi yang solid, disiplin, dan terarah hingga tingkat akar rumput.

Pelantikan Serentak Digelar 1–3 Februari di Jakarta

Berikutnya, DPP PKB menjadwalkan pelantikan serentak para Ketua DPW PKB se-Indonesia di Jakarta pada 1–3 Februari. DPP juga akan menggabungkan agenda tersebut dengan penyerahan SK dan penandatanganan Pakta Integritas sebagai bentuk komitmen kepemimpinan serta loyalitas terhadap garis perjuangan partai.

“Penyerahan SK dan Pakta Integritas oleh DPP, Insya Allah akan dilaksanakan pada 1 Februari di Jakarta,” ujar Azhar Arsyad usai mengikuti sosialisasi kepengurusan DPW PKB melalui Zoom bersama jajaran DPP PKB, di Kantor DPW PKB Sulsel, Jl Prof Basalamah, Makassar, Sabtu (24/1) siang.

Azhar Sebut Seleksi UKK Lebih Berat

Sementara itu, Azhar menilai UKK kali ini menunjukkan keseriusan DPP PKB dalam menata organisasi dan menyiapkan kepemimpinan yang benar-benar berkualitas. Ia menyebut proses seleksi berjalan jauh lebih ketat dibanding periode sebelumnya.

“Tesnya lebih berat. Mulai dari tes psikologi hingga berbagai tahapan penilaian lainnya. Intinya, seleksi kali ini sangat ketat,” ungkapnya.

Selain itu, Azhar menyoroti bahwa UKK tidak hanya menguji calon ketua DPW, tetapi juga melibatkan sejumlah pengurus pusat. Ia menyebut Gus Abdul Halim, salah satu tokoh penting di DPP PKB, ikut mengikuti UKK. Menurutnya, langkah tersebut menegaskan PKB menjalankan prinsip meritokrasi dan profesionalisme dalam kepemimpinan.

UKK Sisakan Azhar sebagai Calon Tunggal

Pada tahap awal, beberapa nama sempat masuk usulan calon Ketua DPW PKB Sulsel. Namun, setelah DPP menyelesaikan seluruh rangkaian UKK, hanya Azhar yang lolos hingga tahap akhir sehingga DPP menetapkannya sebagai calon tunggal.

“Saat UKK di pusat, hanya saya yang melanjutkan ke tahap berikutnya. Karena itu Sulsel akhirnya memiliki calon tunggal,” jelas Azhar.

Tokoh PKB Sulsel Hadiri Sosialisasi Daring

Dalam sosialisasi kepengurusan DPW PKB Sulsel yang berlangsung secara daring, sejumlah tokoh strategis PKB Sulsel hadir dari unsur legislatif dan struktur partai. Mereka antara lain Anggota DPR RI Fraksi PKB Syamsu Rizal MI, Ketua DPC PKB Kota Makassar sekaligus Wakil Ketua DPRD Sulsel Fauzi Andi Wawo, Ketua Fraksi PKB DPRD Sulsel Zulfikar Limolang, serta sejumlah Anggota DPRD Sulsel Fraksi PKB.

Selain itu, forum tersebut juga dihadiri Ketua Perempuan Bangsa Sulsel Hj. Fadilah Fahriana yang juga anggota DPRD Sulsel, Sekretaris DPW PKB Sulsel Muhammad Haekal, serta Bendahara DPW PKB Sulsel Dahran. Kehadiran lintas struktur ini menunjukkan kesiapan PKB Sulsel untuk bergerak serentak dan terkoordinasi setelah pembentukan kepengurusan baru.

Azhar Dorong Konsolidasi untuk Perkuat Basis Dukungan

Pada akhirnya, Azhar menilai konsolidasi awal ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat kerja politik, membangun soliditas internal, dan memperluas basis dukungan masyarakat.

“Ini bukan sekadar sosialisasi kepengurusan, tetapi momentum konsolidasi. Seluruh elemen hadir dan sepakat membawa PKB Sulsel menjadi partai yang lebih solid, progresif, dan siap menghadapi tantangan ke depan,” pungkasnya. (Ar)