MAKASSAR—Program Studi Teknik Mekatronika Politeknik Bosowa (Poltekbos) menunjukkan komitmennya dalam memajukan fasilitas umum dengan meluncurkan teknologi pancuran mandi otomatis berbasis sensor inframerah di Pantai Indah Bosowa, Sabtu (21/12).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam agenda rutin bertajuk “Peningkatan Fungsi dan Fasilitas Sarana Publik di Pantai Indah Bosowa”, kegiatan ini menjadi langkah nyata modernisasi destinasi wisata lokal sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.

Tiga unit pancuran otomatis dipasang di area bilas pantai. Teknologi ini memungkinkan air mengalir secara otomatis saat sensor mendeteksi keberadaan pengunjung, dan berhenti begitu mereka pergi.

Sistem cerdas ini dirancang untuk mencegah pemborosan air, mencerminkan implementasi teknologi ramah lingkungan yang semakin relevan di era modern.

Muhammad Nur, Ketua Proyek dari Teknik Mekatronika Poltekbos, menegaskan pentingnya inovasi ini sebagai bagian dari kontribusi teknologi terhadap masyarakat.

“Kami ingin menciptakan dampak positif yang nyata. Proyek ini tidak hanya sekadar inovasi teknologi, tetapi juga langkah strategis menuju pengelolaan sumber daya yang lebih baik,” jelasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan pembelajaran berbasis proyek.

Para mahasiswa semester awal dilibatkan langsung dalam merancang, memasang, hingga mengoperasikan alat ini.

Abghillah, salah satu mahasiswa yang terlibat mengungkapkan kebanggaannya, “Ini adalah pengalaman pertama saya berkontribusi pada masyarakat. Saya jadi semakin yakin bahwa apa yang saya pelajari di kampus benar-benar bisa membantu orang lain.”

Direktur Pantai Indah Bosowa Rama Januar Saputra, menyampaikan apresiasinya terhadap Poltekbos.

“Kontribusi ini sangat berarti bagi pengembangan Pantai Indah Bosowa. Selain memberikan kenyamanan lebih bagi pengunjung, pancuran otomatis ini juga menjadi bukti bahwa teknologi dapat mendukung konsep wisata berkelanjutan,” katanya.

Ia berharap kerja sama ini terus berlanjut, menjadikan Poltekbos sebagai mitra strategis dalam menghadirkan inovasi teknologi di kawasan wisata.

Ketua Program Studi Teknik Mekatronika, Muhammad Edy Hidayat, menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata penerapan ilmu di masyarakat.

“Teknik Mekatronika tidak hanya ada di ruang kelas. Kami ingin mahasiswa kami memiliki kompetensi teknis yang teruji serta wawasan sosial yang kuat,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian masyarakat, tetapi juga media bagi Poltekbos untuk menunjukkan eksistensinya sebagai institusi pendidikan yang menghasilkan solusi teknologi aplikatif dan berdampak luas.

Dengan inovasi ini, Pantai Indah Bosowa diharapkan mampu bersaing sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Makassar, sekaligus menjadi contoh dalam penerapan teknologi ramah lingkungan di kawasan wisata.

Politeknik Bosowa terus membuktikan bahwa institusi pendidikan tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Penulis: Anugrah