Lintaskabar.id, Makassar – Firdha Auliya Salsabilah, mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Bosowa angkatan 2024, meraih Juara 1 dalam lomba ceramah Islami tingkat nasional. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Bosowa tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga aktif memperkuat nilai-nilai keagamaan di masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Motivasi Mengikuti Lomba

Firdha mengikuti lomba tersebut karena ingin mulai mencatatkan prestasi pada tahun 2026.

“Motivasi awal saya ikut lomba ini karena merasa di tahun 2026 saya belum memiliki prestasi sama sekali, jadi saya ingin memulainya di bulan Maret ini,” ujarnya.

Persiapan Menuju Final

Firdha menghadapi persiapan yang cukup menantang. Panitia mengubah timeline sehingga ia harus menyiapkan materi dengan cepat. Setelah lolos ke babak final, ia juga harus mengganti konsep ceramah dalam waktu singkat.

“Pengumuman lolos enam besar dan waktu pelaksanaan final kurang dari 16 jam, kami diminta mengganti konsep ceramah. Saya hanya tidur sekitar dua jam untuk menyusun konsep baru dan menguasainya,” ungkapnya.

Tantangan Selama Kompetisi

Panitia menyelenggarakan lomba ini melalui dua tahap, yaitu seleksi video daring dan final langsung di Lapangan Syekh Yusuf, Gowa. Selama proses tersebut, Firdha menghadapi kendala teknis dan keterbatasan waktu menuju lokasi lomba.

“Saat babak penyisihan tantangannya ada pada proses mengunggah video ke YouTube, sedangkan untuk final saya harus mengejar waktu karena baru selesai kuliah dan kondisi jalanan Makassar cukup macet menjelang waktu berbuka puasa,” jelasnya.

Tema Ceramah dan Harapan

Dalam ceramahnya, Firdha mengangkat tema kesadaran generasi muda untuk menjaga kehormatan diri dan menundukkan pandangan guna mencegah pelecehan serta kekerasan seksual. Ia menyiapkan seluruh materi secara mandiri.

“Saya menyiapkan semuanya sendirian, mulai dari konsep sampai latihan,” katanya.

Ketika panitia mengumumkan dirinya sebagai juara pertama, ia merasa sangat terharu.

“Saya sangat terharu karena akhirnya semua rasa lelah terbayar, sekaligus menjadi pengingat bagi saya untuk mengamalkan apa yang saya sampaikan dalam ceramah tersebut,” tambahnya.

Melalui prestasi ini, Firdha ingin terus mengembangkan kemampuannya sekaligus memotivasi mahasiswa lain untuk berkompetisi.

“Terpenting dalam lomba ceramah bukan hanya juaranya, tetapi bagaimana kita sebagai da’iyah bisa sejalan dengan apa yang kita sampaikan. Ke depan saya ingin terus meraih prestasi lainnya, baik di bidang yang sama maupun bidang yang berbeda,” tutupnya. (Ag)