MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mulai menyalurkan bantuan pangan berupa beras yang diterima dari pemerintah pusat melalui Perum Bulog kepada 40.727 warga penerima manfaat di seluruh wilayah kota.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bantuan ini berjumlah total 800 ton yang akan disalurkan untuk jangka waktu dua bulan. Proses penyaluran ini dipusatkan di Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, pada Selasa (22/7), dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

“Di sini tercatat sebanyak 274 keluarga menerima total 5.480 kilogram beras, dengan masing-masing keluarga mendapatkan 20 kilogram untuk dua bulan—setara dengan 10 kilogram per bulan,” terang Munafri.

Ia berharap bantuan pangan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama di tengah perubahan harga kebutuhan pokok yang tidak menentu. Munafri juga menegaskan pentingnya validitas data penerima bantuan agar distribusi berjalan tepat sasaran.

Data penerima bantuan berasal dari Kementerian Sosial dan sudah melalui verifikasi yang ketat.

“Kami juga menerapkan sistem pengecekan ganda di lapangan untuk memastikan bantuan sampai ke yang berhak,” ujar Appi, sapaan akrab Wali Kota Makassar, dalam kesempatan tersebut.

Pemkot Makassar berkomitmen untuk terus mengawal proses distribusi agar berjalan lancar dan merata. Munafri juga memberikan apresiasi atas kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, Bulog, dan Pemkot Makassar dalam memastikan ketahanan pangan masyarakat.

Kualitas beras yang disalurkan pun menjadi perhatian utama. Munafri memastikan bahwa beras yang dibagikan merupakan beras berkualitas tinggi yang telah diseleksi oleh Bulog.

“Penyaluran bantuan ini sangat membantu, terutama dalam mengurangi beban pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pangan,” ungkapnya.

“Dengan adanya bantuan ini, warga bisa mengalihkan pengeluaran mereka untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak,” tambah politisi Golkar tersebut.

Munafri juga menekankan pentingnya validasi data penerima manfaat agar bantuan dapat benar-benar tepat sasaran. Ia mengingatkan bahwa data penerima bantuan merupakan data nasional yang sudah melalui proses verifikasi ketat dari Kementerian Sosial.

“Data ini sudah diverifikasi dengan sangat hati-hati dan tidak diragukan keakuratannya,” kata Munafri.

Terkait dampak dari penyaluran beras ini, Munafri menilai bantuan tersebut memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

“Bantuan ini tentu akan mengurangi pengeluaran bulanan warga, sehingga mereka bisa menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan lain,” jelasnya, menambahkan bahwa hal ini juga bertujuan menjaga daya beli masyarakat.

“Ini merupakan bentuk intervensi pemerintah yang diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil,” tutupnya.

Penulis: Ardhi