INTERNASIONAL — Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir milik Iran, memicu spekulasi dan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut di kawasan Timur Tengah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pakar keamanan internasional, Aaron David Miller, memprediksi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, hampir pasti akan bereaksi atas langkah agresif AS tersebut.

“Rasanya mustahil membayangkan Khamenei, sosok berusia 86 tahun yang menjadi penjaga revolusi Iran, hanya diam menghadapi apa yang telah terjadi dalam 10 hari terakhir,” ujar Miller kepada CNN.

 

Menurut analis dari Carnegie Endowment for International Peace itu, serangan udara yang dilakukan oleh jet pengebom B-2 AS bukanlah akhir dari konfrontasi ini.

“Dia mungkin akan berhitung secara cermat dalam menentukan balasan, tapi saya kira ini belum berakhir,” lanjutnya.

Miller menyatakan bahwa Iran telah menggelontorkan dana sekitar US$5 triliun untuk mengembangkan program nuklir mereka.

“Mereka baru saja mengalami sembilan hari yang penuh penghinaan akibat keberhasilan Israel menembus sistem pertahanan mereka. Bahkan mungkin intelijen kita sendiri tidak menyangka Israel mampu melakukannya,” katanya.

Miller mengungkapkan bahwa Iran kini berada di ambang menjadi negara dengan kapasitas senjata nuklir.

“Mereka memiliki semua yang dibutuhkan untuk membuat bom nuklir. Entah mereka benar-benar melakukannya atau tidak, kini itu bukan hal paling relevan,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa Iran memiliki kemampuan menyerang kepentingan Amerika di kawasan Teluk menggunakan rudal jarak pendek, serta kekuatan untuk melakukan perang asimetris melalui jaringan aparat dan kelompok proksi mereka.

“Pembalasan pasti akan dilakukan oleh Iran dengan berbagai cara,” tegasnya.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan secara terbuka bahwa militer AS telah sukses menghantam tiga fasilitas nuklir Iran di Isfahan, Natanz, dan Fordow.

“Operasi militer yang sangat berhasil di Iran. Saya akan menyampaikan pidato resmi pada pukul 10 malam dari Gedung Putih,” tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya.

Ia menyebut momen tersebut sebagai “paling bersejarah” bagi AS, Israel, dan dunia internasional. “Iran harus segera mengakhiri perang ini. Terima kasih!” tulisnya.

Penulis: Natan