Lintaskabar.id, Makassar – Kota Makassar kembali mencatat sejarah sebagai daerah pertama di Indonesia yang memulai pembangunan Gerbang Moderasi Indonesia. Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan peletakan batu pertama di kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Kecamatan Biringkanaya, Kamis (9/7/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pembangunan gerbang tersebut menjadi simbol penguatan moderasi beragama, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama. Pemerintah juga memilih kawasan permukiman sebagai lokasi awal untuk memperkuat nilai kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Appi: Makassar Kini Masuk Sembilan Besar Kota Toleran

Dalam sambutannya, Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Makassar sebagai kota pertama pembangunan Gerbang Moderasi Indonesia. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menjaga keberagaman.

Selain itu, Appi mengungkapkan bahwa indeks toleransi Kota Makassar terus meningkat. Jika sebelumnya berada di peringkat ke-49, kini Makassar berhasil masuk dalam sembilan besar kota paling toleran di Indonesia.

“Alhamdulillah, sekarang Kota Makassar berada di peringkat sembilan. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), yang terus membangun komunikasi dan pendekatan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Appi menilai pencapaian tersebut menjadi modal penting karena Makassar merupakan pintu gerbang Indonesia Timur dengan mobilitas ekonomi, sosial, dan budaya yang tinggi.

Kawasan BTP Jadi Contoh Kerukunan

Munafri menjelaskan kawasan BTP menjadi contoh nyata kehidupan masyarakat yang multietnis dan multikeyakinan. Di kawasan tersebut, rumah ibadah dari berbagai agama berdiri berdampingan dan masyarakat hidup rukun.

“Dan khususnya di daerah BTP ini, kami laporkan Pak Menteri, bahwa di sini pemukiman yang sangat multi-etnis. Di sini ada gerejanya, ada masjidnya, ada puranya,” urainya.

Pemkot Siapkan Gerbang Moderasi di Sejumlah Titik

Selanjutnya, Pemerintah Kota Makassar akan membangun Gerbang Moderasi Indonesia di beberapa lokasi lain sebagai upaya memperkuat nilai toleransi hingga ke tingkat RT dan RW.

“Ini menjadi tanggung jawab kami setelah pencanangan hari ini. Kami akan menghadirkan gerbang-gerbang moderasi di beberapa lokasi sebagai upaya memperkuat nilai keberagaman hingga ke tingkat masyarakat paling kecil,” jelasnya.

Selain memperluas pembangunan gerbang, Pemkot Makassar juga akan membenahi akses jalan menuju lokasi tersebut.

“Hari ini Dinas PU sudah turun melakukan survei. Kita ingin memastikan infrastruktur menuju kawasan ini juga semakin baik. Saat ini tingkat kemantapan jalan Kota Makassar sudah berada di atas 97 persen dan akan terus kami tingkatkan,” ungkapnya.

Menag: Gerbang Moderasi Harus Jadi Simbol Persatuan

Sementara itu, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Gerbang Moderasi Indonesia bukan sekadar monumen fisik. Menurutnya, gerbang tersebut harus menjadi simbol yang terus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya persatuan.

Ia menjelaskan, pembangunan gerbang di kawasan permukiman memiliki makna strategis karena masyarakat akan melihat dan berinteraksi langsung dengan simbol tersebut setiap hari.

“Kehadiran monumen kebersamaan seperti ini jangan dilihat dari besar kecil tempatnya, tetapi dari dampaknya. Ketika dibangun di tengah permukiman, setiap orang yang melihatnya akan selalu diingatkan bahwa kita semua adalah satu, tidak ada perbedaan di antara kita,” ujarnya.

Gerbang Moderasi Diharapkan Jadi Ikon Makassar

Nasaruddin berharap Gerbang Moderasi Indonesia di Makassar menjadi ikon persatuan sekaligus menginspirasi daerah lain untuk membangun monumen serupa.

“Dan saya berharap monumen ini nanti menjadi kekuatan simbolik, ikonik di Kota Makassar, apalagi ini yang pertama. Kita akan saksikan disetiap kabupaten kabupaten ada monumen-monumen seperti ini sebagai simbol pemersatu,” harapnya. (Ar)