Lintaskabar.id, Gowa — Pemerintah Kabupaten Gowa memanfaatkan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Agung Syekh Yusuf, Sabtu (21/3), untuk memperkuat kebersamaan dan mendorong pembangunan yang berdampak bagi masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan, tetapi kelanjutan nilai Ramadan yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Idul Fitri adalah panggilan untuk merawat persatuan dan menghadirkan kepedulian sosial dalam tindakan sehari-hari. Dari situlah kekuatan pembangunan lahir,” ujarnya.

Capaian Jadi Dasar Perluasan Manfaat

Bupati menyampaikan bahwa pembangunan selama setahun terakhir menunjukkan tren positif, seperti pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata, penurunan kemiskinan, dan peningkatan kualitas hidup.

Namun, ia menegaskan pemerintah harus memastikan manfaat pembangunan dirasakan seluruh masyarakat.

“Tugas kita memastikan setiap kemajuan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Pembangunan harus terasa adil dan inklusif, bukan hanya tercatat dalam angka,” lanjutnya.

Peran Pemuda dan Nilai Empati

Bupati juga mendorong generasi muda menjadi penggerak inovasi daerah.

“Pemuda Gowa harus tampil sebagai penggerak perubahan. Dengan ide dan semangat baru, mereka menjadi energi penting dalam mendorong daerah ini semakin kompetitif,” tegasnya.

Sementara itu, Ustadz Riza Muhammad dalam khutbahnya menekankan pentingnya menjaga empati dan kepedulian sosial sebagai bagian dari upaya menghapus kemiskinan ekstrem.

“Puasa melatih kita merasakan lapar dan memahami sesama. Kemenangan ini berarti saat kita terus menjaga empati itu, hadir dalam kebaikan, dan tidak membiarkan ada yang tertinggal, termasuk dalam ikhtiar menghapus kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Pejabat Hadiri Salat Id

Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin bersama sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam pelaksanaan Salat Idulfitri tersebut. (Ir)