Lintaskabar.id, Gowa – Memasuki bulan suci Ramadhan, Anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr Hj Meity Rahmatia, menggelar program berbagi untuk pengurus DPD PKS di enam wilayah di Sulawesi Selatan. Dalam program ini, Meity menyalurkan ribuan paket Ramadhan secara langsung ke setiap DPD.
Penyaluran Perdana Dimulai dari Gowa, Dilanjutkan ke Takalar
Pada Minggu, 22 (02/2023), Meity bersama tim menyalurkan paket perdana di DPD PKS Gowa. Meity menyerahkan paket di Kantor DPD Gowa yang berada di Jalan Poros Malino. Setelah itu, Meity dan tim melanjutkan penyaluran ke Takalar. Pengurus dan sejumlah anggota DPD PKS Takalar menyambut kedatangannya, sementara pengurus DPW PKS Sulsel turut menyaksikan proses penyerahan paket.
Meity Lanjutkan Pembagian ke Jeneponto, Bantaeng, dan Selayar
Pada hari berikutnya, Meity merencanakan pembagian paket ke Jeneponto, Bantaeng, dan Selayar. Meity menyebut program berbagi paket Ramadhan ini sebagai agenda rutin tahunan yang telah menjadi tradisi keluarga dan bagian dari pengamalan ajaran agama.
“Di bulan suci Ramadhan, setiap amalan baik dilipatgandakan pahalanya di sisi Allah SWT. Sedekah juga dijanjikan dapat menghapus dosa. Dan tak kalah pentingnya, kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur karena kita diberikan rezky dari Allah SWT. Terutama karena kami masih diberi kesempatan menjabat sebagai anggota DPR RI, mewakili rakyat Sulsel dari Dapil satu,” jelasnya.
Meity Sasar Pengurus DPD hingga Ratusan Anggota Pelopor
Selain pengurus DPD, Meity juga menyalurkan paket bantuan kepada ratusan anggota pelopor PKS di enam wilayah. Para pengurus DPD menyambut baik bantuan tersebut.
Ketua DPD PKS Takalar Apresiasi dan Harap Ukhuwah Menguat
Ketua DPD PKS Takalar, Swardi Rapi, mengapresiasi paket Ramadhan yang disalurkan anggota Komisi XIII DPR RI tersebut. Ia menilai kegiatan ini memperkuat ukhuwah serta membuat struktur kader dan kepengurusan semakin solid, termasuk saat menghadapi agenda elektoral.
“Dengan kegiatan Bu Meity ini, kami berharap ikatan ukhuwah diantara kader PKS semakin kuat. Dengan begitu, struktur keanggotaan dan kepengurusan di daerah semakin solid. Termasuk ketika menghadapi momentum elektoral seperti pemilihan anggota legislatif dan kepala daerah,” jelasnya. (Ar)







