MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sepakat memperkuat kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Ruang Rapat Rektor, Lantai 8 Gedung Rektorat Unhas, Tamalanrea, Selasa (20/5) pukul 13.00 WITA.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penandatanganan ini menandai komitmen kedua lembaga dalam mengembangkan tridarma perguruan tinggi, sekaligus mendorong pembentukan Pusat Kajian Kepolisian sebagai bentuk kontribusi akademik terhadap dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat.

Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyampaikan bahwa Unhas terus mendorong kolaborasi strategis dengan berbagai mitra, termasuk lembaga penegak hukum.

Menurutnya, kerja sama dengan Polri bukanlah hal baru, namun telah terjalin lama dalam bentuk kegiatan dan program yang saling menguatkan.

“MoU ini menjadi penguatan formal atas hubungan yang telah terbangun. Kita berharap ruang lingkup kerja sama dapat semakin luas, mencakup pendidikan, riset, hingga pengabdian kepada masyarakat,” ujar Prof. JJ.

Ia menegaskan bahwa Unhas terbuka terhadap sinergi lintas sektor, khususnya yang dapat mendukung terwujudnya lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan produktif.

Dari pihak Polri, penandatanganan MoU diwakili oleh Kombes Pol. Defrian Donimando, S.I.K., M.H., selaku Kepala Bagian Kebijakan Pendidikan dan Pelatihan (Jakdiklat) Rojianstra SSDM Polri.

Ia menyebut kerja sama ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara akademisi dan institusi kepolisian.

“Kami menyambut baik pembentukan Pusat Kajian Kepolisian di Unhas. Tantangan masyarakat saat ini membutuhkan pendekatan ilmiah dan strategi berbasis data, yang hanya bisa diwujudkan lewat dukungan kalangan kampus,” jelasnya.

Kombes Defrian menambahkan, kebijakan kepolisian ke depan harus mampu menjawab perubahan sosial secara adaptif dan inklusif.

Kajian akademik yang mendalam menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang tidak hanya efektif, tetapi juga mendapatkan kepercayaan publik.

Melalui kemitraan ini, Unhas dan Polri menegaskan pentingnya pendekatan kolaboratif lintas sektor dalam menjawab kompleksitas persoalan masyarakat modern.

Ilmu pengetahuan, kebijakan adaptif, dan kepemimpinan yang responsif diyakini menjadi fondasi utama dalam menciptakan tata kelola keamanan yang humanis dan berkelanjutan.

Penulis: Zulkifli