MAKASSAR- Sebanyak 1039 mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) secara resmi dilepas untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Angkatan 57, Rabu (20/11/2024).
Upacara pelepasan yang berlangsung di Balai Sidang 45 ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa dari delapan fakultas di Unibos untuk membawa perubahan di masyarakat.
Rektor Unibos, Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., memberikan pesan yang menggetarkan semangat para mahasiswa. “Di desa, kalian adalah cendekiawan, konseptor, dan pemikir. Ini adalah panggung untuk kalian mengaktualisasikan diri. Jangan sia-siakan kesempatan ini untuk menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Program KKN-T kali ini dirancang unik. Selain mahasiswa reguler yang akan ditempatkan di empat kabupaten, yakni Takalar, Bone, Gowa, dan Jeneponto, ada pula KKN Profesi.
Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) akan bertugas di tujuh instansi, sementara mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) ditempatkan di empat puskesmas.
Turut hadir dalam acara ini, Wakil Rektor I Prof. Dr. Haeruddin Saleh, S.E., M.Si., Wakil Rektor II Dr. Ir. Zulkifli Maulana, M.P., Wakil Rektor III Dr. Seri Suriani, S.E., M.Si., serta Direktur Riset, Inovasi, dan Pemberdayaan Masyarakat Dr. Ir. Syahrul Sariman, M.T. Kehadiran para pejabat ini menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam membangun sinergi antara akademisi dan masyarakat.
Dalam pidatonya, Prof. Batara Surya juga membagikan kisah pribadinya. “Keberanian saya hari ini berawal dari pengalaman KKN. Saat itulah saya belajar beradaptasi, berkontribusi, dan memahami kebutuhan masyarakat. Ini adalah langkah emas untuk mengenal dunia yang sebenarnya,” ungkapnya.
Antusiasme para mahasiswa terlihat jelas saat menyambut pesan dari sang rektor. Mereka bertekad untuk membuktikan bahwa mereka mampu berkontribusi nyata, menjawab kebutuhan masyarakat, dan menjaga nama baik Unibos di tingkat kabupaten.
Rektor juga mengingatkan mahasiswa tentang pentingnya memanfaatkan era bonus demografi. “Kalian akan bersaing dengan miliaran orang lain di masa depan. Jadikan KKN ini ajang untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan global,” tambahnya.
Ia menutup pidato dengan harapan besar, “Ketika kami berkunjung ke lokasi KKN, kami ingin disambut dengan senyum dan cerita positif dari pemerintah setempat tentang kontribusi kalian. Buktikan bahwa mahasiswa Unibos adalah pembawa manfaat nyata.”
Pelepasan ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan untuk menjadi inspirasi bagi masyarakat. Kini, 1039 mahasiswa Unibos siap melangkah, mengukir cerita, dan meninggalkan jejak kebaikan. **







