Lintaskabar.id, Makassar – Pasangan Munafri Arifuddin–Aliyah Mustika Ilham (MULIA) menunjukkan kemampuan mereka dalam mengelola Pemerintahan Kota Makassar. Dalam satu tahun kepemimpinan, MULIA menata arah kebijakan secara lebih terukur dan mulai menghadirkan dampak yang masyarakat rasakan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tujuh Program Prioritas Bergerak dari Janji ke Aksi

Sejak masa kampanye, MULIA mengusung tujuh program prioritas. Kini, pemerintah kota menjalankan program-program itu secara bertahap sehingga publik tidak lagi sekadar mendengar janji, tetapi mulai merasakan kebijakannya.

Iuran Sampah Gratis Menyentuh Kebutuhan Dasar

Pemerintah Kota Makassar menerapkan kebijakan iuran sampah gratis bagi masyarakat menengah ke bawah. Kebijakan ini menyentuh kebutuhan dasar warga. Di tengah tekanan ekonomi, pemerintah meringankan beban kelompok rentan dengan menghapus iuran yang sebelumnya wajib dibayar.

Survei mencatat tingkat kepuasan sebesar 62,2 persen. Angka ini menunjukkan mayoritas masyarakat menerima kebijakan tersebut secara positif, sekaligus mendorong pemerintah untuk menyempurnakan pelaksanaannya di lapangan.

Survei PPI Menguatkan Respons Publik

Parameter Publik Indonesia (PPI) merilis hasil survei pada Kamis, 19 Februari 2026. Melalui survei itu, PPI menunjukkan bahwa masyarakat merespons tujuh program prioritas Pemerintah Kota Makassar dengan cukup menggembirakan.

Seragam Sekolah Gratis Mendapat Kepuasan Tertinggi

Pemerintah Kota Makassar menjalankan program seragam sekolah gratis dan mencatat tingkat kepuasan tertinggi, yaitu 89,5 persen. Capaian ini menegaskan bahwa pemerintah meningkatkan dampak sosial ketika kebijakan menyasar kebutuhan pendidikan dasar. Ketika pemerintah mengurangi beban orang tua, pemerintah juga memperluas akses pendidikan yang lebih inklusif.

Sambungan PDAM Gratis Butuh Perbaikan Teknis

Pemerintah kota menyediakan program sambungan PDAM gratis dan memperoleh tingkat kepuasan 57,9 persen. Walau pemerintah belum mencapai tingkat kepuasan setinggi program lainnya, masyarakat tetap menunjukkan dukungan mayoritas. Karena itu, pemerintah perlu memperbaiki aspek teknis agar layanan infrastruktur berjalan lebih stabil sejak tahap awal implementasi.

Stadion Baru Memicu Optimisme Publik

Walaupun pemerintah belum merealisasikan pembangunan stadion baru, survei mencatat 59,3 persen responden tetap optimistis pemerintah akan menuntaskan proyek tersebut. Optimisme ini memperlihatkan bahwa publik menaruh kepercayaan pada komitmen pemerintah. Pemerintah perlu menjaga kepercayaan itu sebagai modal sosial penting dalam tata kelola.

Makassar Mulia Berjasa Menyentuh Kepedulian Sosial

Program Makassar Mulia Berjasa mencatat dukungan 100 persen responden. Masyarakat menilai program yang menonjolkan penghargaan dan kepedulian sosial mampu menyentuh rasa keadilan dan solidaritas warga.

Lontara Plus Mempercepat Akses Layanan Publik

Pemerintah mengembangkan Aplikasi Lontara Plus untuk mempermudah layanan publik. Survei menunjukkan 92,5 persen responden mengakui aplikasi ini memudahkan akses layanan, 87,5 persen menyatakan puas, dan 70 persen menilai respons aduan tergolong cepat. Dengan capaian itu, pemerintah memperlihatkan kemajuan digitalisasi layanan publik yang makin terarah.

Creative Hub Menguatkan Ekonomi Kreatif

Pemerintah kota membangun program Creative Hub dan meraih tingkat kepuasan 78,6 persen. Melalui program ini, pemerintah mendorong ekonomi kreatif dan memberi ruang pengembangan talenta muda yang masyarakat apresiasi.

Penataan Kota Menunjukkan Keberanian Pemerintah

Selain tujuh program prioritas, pemerintah kota menertibkan parkir liar, menata pedagang kaki lima, dan merelokasi pasar. Pemerintah menjalankan kebijakan yang sering dianggap tidak populer ini untuk menciptakan kota yang lebih tertib dan berkelanjutan. Masyarakat pun merespons langkah tersebut secara positif.

Catatan Evaluasi: Sosialisasi dan Pelaksanaan

Meski program-program itu berjalan, PPI tetap mencatat pekerjaan rumah. Pemerintah perlu memperkuat sosialisasi dan memperluas pelaksanaan program agar kebijakan menjangkau lebih banyak warga secara merata. Pemerintah dapat memanfaatkan kritik dan evaluasi sebagai pijakan untuk memperbaiki kinerja.

Tantangan Berikutnya: Konsistensi dan Perluasan Dampak

Secara keseluruhan, kepemimpinan MULIA membangun fondasi yang cukup kuat pada tahun pertama. Rentang kepuasan publik pada kisaran 57 hingga 100 persen mencerminkan harapan sekaligus kepercayaan masyarakat.

Karena itu, pemerintah perlu menjaga konsistensi, memperluas dampak, dan memastikan setiap program benar-benar menyentuh seluruh lapisan warga. Jika pemerintah menjaga konsistensi itu, masyarakat berpeluang mengingat periode ini sebagai fase transformasi pelayanan publik di Kota Makassar.