MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menjalin kerja sama strategis dengan Cambridge University Press and Assessment Indonesia dalam upaya meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris siswa dan guru, khususnya di sekolah-sekolah negeri.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kerja sama ini ditandai dengan pertemuan antara Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan jajaran Cambridge University Press and Assessment Indonesia yang diwakili oleh Country Head, Sonya Tobing, dan Learning and Assessment Manager, Iswan Muslimin, di Balai Kota Makassar, Rabu kemarin.

Sonya Tobing menyampaikan bahwa Cambridge siap memperluas kemitraannya di Makassar, termasuk ke sekolah-sekolah negeri, melalui program Integrated Learning Solution yang menyediakan materi ajar modern dan perangkat pembelajaran digital.

Menurutnya, peningkatan kompetensi guru menjadi fokus utama agar transformasi pendidikan dapat berlangsung merata, termasuk di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

“Makassar memiliki potensi besar sebagai pusat pendidikan di Indonesia Timur. Kami ingin menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pendidikan, tak hanya bagi siswa, tetapi juga untuk peningkatan profesionalisme guru,” ujarnya.

Sonya juga mengungkapkan bahwa Cambridge telah menjalin diskusi dengan Komisi X DPR RI mengenai kesiapan sistem pendidikan internasional di Indonesia, yang menurutnya menjadi sinyal positif bagi kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan pendidikan nasional.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menekankan bahwa penguasaan bahasa asing, terutama Bahasa Inggris, merupakan kunci dalam meningkatkan kepercayaan diri generasi muda dan membuka akses ke peluang global.

“Kami ingin anak-anak Makassar mampu bersaing di tingkat internasional. Salah satu hambatan terbesar saat ini adalah keterbatasan dalam berkomunikasi dalam bahasa asing. Ini yang harus kita atasi secara sistematis,” jelas Munafri.

Ia menegaskan bahwa Pemkot siap memberikan dukungan kebijakan dan infrastruktur demi kelancaran program ini. Sebagai langkah awal, ia mengusulkan agar program percontohan penguatan Bahasa Inggris segera dimulai pada tahun ajaran baru di beberapa sekolah.

“Kami dorong agar pilot project bisa dijalankan secepatnya. Apakah dimulai dari satu sekolah atau beberapa sekolah per kecamatan, kami serahkan teknisnya kepada pihak Cambridge dan Dinas Pendidikan,” tambahnya.

Munafri juga menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berstandar internasional, sebagai bagian dari visi menjadikan Makassar sebagai pusat pembelajaran Bahasa Inggris di Indonesia Timur.

“Anak-anak Makassar harus menjadi solusi bagi tantangan masa depan. Program ini tidak harus masif di awal, tetapi harus memberikan dampak nyata,” pungkasnya.

Penulis: Ardhi