Lintaskabar.id, Makassar — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi di Sulawesi Selatan mulai menekan pelaku usaha, khususnya di sektor logistik dan distribusi. Minggu (19/4).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Lonjakan harga yang signifikan, seperti Pertamax Turbo dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter, Dexlite dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, serta Pertamina Dex dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter, mendorong peningkatan biaya operasional.

Akibatnya, pelaku usaha langsung menyesuaikan strategi agar tetap bertahan di tengah tekanan biaya. Kenaikan harga Dexlite yang mencapai Rp9.400 per liter, misalnya, membuat ongkos angkut barang melonjak.

“Biaya transportasi naik, sehingga distribusi barang ikut terdorong, terutama untuk kebutuhan pokok,” ujar salah satu pelaku usaha.

Dampak Meluas ke Berbagai Sektor

Selain logistik, pelaku usaha di sektor industri, konstruksi, perikanan, hingga pertanian juga merasakan tekanan biaya karena ketergantungan pada bahan bakar diesel.

Kondisi ini memaksa pelaku usaha memilih antara menaikkan harga jual atau menekan margin keuntungan.

Bagi pelaku UMKM, situasi tersebut menjadi tantangan besar. Mereka harus menahan kenaikan harga karena keterbatasan daya tawar, sehingga keuntungan semakin tergerus.

Pengamat Ingatkan Potensi Inflasi

Pengamat ekonomi Universitas Bosowa, Dr Lukman Setiawan, menilai kenaikan BBM ini berpotensi memicu inflasi melalui efek berantai.

Ia menjelaskan, kenaikan biaya transportasi akan mendorong harga bahan baku, yang kemudian berujung pada kenaikan harga di tingkat konsumen.

Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah memberikan bantuan yang lebih terarah kepada sektor produktif, seperti nelayan, angkutan umum, dan distribusi pangan.

Menurutnya, bantuan spesifik seperti bantuan tunai atau kuota BBM berbasis identitas usaha akan lebih efektif dibandingkan subsidi umum.

Dorong Efisiensi dan Pengawasan Distribusi

Selain intervensi pemerintah, pelaku usaha juga perlu menekan biaya melalui efisiensi operasional, seperti mengoptimalkan rute distribusi dan menggabungkan pengiriman.

Di sisi lain, pemerintah harus memperketat pengawasan distribusi bahan pokok untuk mencegah kelangkaan dan panic buying yang dapat memperparah tekanan inflasi.

Pertamina Pastikan Stok BBM Aman

Sementara itu, Pertamina memastikan ketersediaan BBM di wilayah Sulawesi tetap aman. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyatakan distribusi energi berjalan lancar melalui optimalisasi suplai dan penguatan stok.

Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan, seiring komitmen perusahaan menjaga keandalan pasokan energi. (Ag)