SULSEL-Di tengah kesibukan kampanyenya di Kabupaten Barru, Kamis kemarin. Calon Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut 1, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menyempatkan diri untuk sowan ke Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso, AGH Prof Farid Wajdi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kedatangan Danny yang didampingi oleh juru bicaranya, Asri Tadda, disambut hangat di kediaman AGH Farid di kompleks pesantren.

Dalam suasana akrab yang diwarnai hidangan sederhana berupa jagung masak, Danny, mantan Wali Kota Makassar dua periode, mengungkapkan tekadnya untuk membawa perubahan bagi Sulsel.

“Saya sangat berterima kasih kepada orang tua kami, AGH Farid Wajdi, atas dukungannya yang luar biasa. Keputusan saya maju di Pilgub ini lebih banyak karena dorongan Tuhan, meskipun risikonya sangat besar,” ungkap Danny.

Ia menegaskan niatnya untuk memperbaiki banyak hal di Sulsel, terutama saat kontestasi Pilgub nyaris hanya diikuti satu pasangan calon.

“Saya maju karena melihat banyak hal yang perlu dibenahi,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, AGH Farid Wajdi memberikan nasihat penting kepada Danny.

Ia menekankan pentingnya niat yang suci dalam setiap langkah perbaikan yang ingin dilakukan.

“Kadang, di masa ketika banyak orang gila, yang waras pun bisa dianggap gila. Mungkin kondisi kita sekarang seperti itu. Oleh karena itu, niat kita harus benar-benar tulus untuk memperbaiki, karena dengan niat yang suci, kita akan bersih,” ujar AGH Farid.

AGH Farid juga percaya bahwa Danny memiliki tekad yang kuat untuk membawa perubahan positif. Selain niat yang suci, ia mengingatkan pentingnya usaha keras dan doa.

“Yang kedua adalah usaha yang sungguh-sungguh. Saya yakin Pak Danny ini tak kenal lelah dalam menghadapi tantangan ini,” tambahnya.

“Dan yang ketiga adalah doa, karena jika Tuhan menghendaki, hal yang tampaknya mustahil bisa menjadi kenyataan. Semoga masyarakat Sulsel diberikan kesadaran untuk memilih pemimpin yang benar-benar bisa membawa perbaikan bagi negeri ini,” tutupnya.**