GOWA— Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2025 Kabupaten Gowa mendapat angin segar setelah tujuh fraksi DPRD Kabupaten Gowa secara bulat memberikan persetujuan untuk melanjutkan pembahasan.
Persetujuan ini disampaikan dalam Rapat Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gowa, Kamis kemarin.
Dalam rapat tersebut, juru bicara masing-masing fraksi menekankan pentingnya penggunaan anggaran yang lebih fleksibel dan tepat guna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Fraksi Gerindra, yang diwakili oleh Arfandi, memberikan apresiasi atas pencapaian Pemkab Gowa sejauh ini, namun mengingatkan agar alokasi anggaran fokus pada perbaikan sarana dan prasarana yang berdampak langsung bagi warga.
“Kita semua berharap RAPBD ini nantinya bisa menjadi solusi nyata bagi kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masyarakat Gowa saat ini dan di masa depan. Ini adalah instrumen penting untuk mewujudkan visi misi Pemerintah Kabupaten Gowa, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujar Arfandi.
Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, dalam tanggapannya menekankan bahwa RAPBD 2025 memiliki peran strategis dalam mempersiapkan Gowa menghadapi bonus demografi tahun 2045 atau yang sering disebut sebagai Indonesia Emas.
Salah satu fokus utama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan.
“Pada tahun 2025, kita harus menyiapkan keberlanjutan program prioritas, terutama di sektor pendidikan, sambil tetap mendukung prioritas pembangunan nasional, provinsi, dan daerah,” kata Adnan.
Adnan juga menegaskan bahwa di sisa masa jabatannya, fokus utamanya adalah menuntaskan janji-janji politik yang telah tercantum dalam RPJMD 2021-2026. Ini termasuk peningkatan kualitas dan daya saing SDM, pertumbuhan ekonomi yang merata, penguatan infrastruktur, serta perlindungan sosial yang lebih terintegrasi.
Efisiensi Anggaran dan Partisipasi Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Gowa juga berkomitmen untuk melakukan penghematan anggaran melalui teknologi yang lebih efisien, pengawasan ketat, dan pelibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan APBD.
Menurut Adnan, langkah ini penting untuk meningkatkan akuntabilitas dan memastikan tidak ada penyalahgunaan anggaran.
“Kami akan melibatkan masyarakat dalam pembuatan program kerja, sehingga mereka juga bisa berperan dalam mengawasi penggunaan anggaran, demi transparansi dan partisipasi yang lebih besar,” tambahnya.
Proyeksi Keuangan 2025
Dari sisi keuangan, RAPBD 2025 Kabupaten Gowa diproyeksikan mencapai total pendapatan sebesar Rp2,19 triliun.
Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) diperkirakan mencapai Rp391,4 miliar atau sekitar 17,8 persen dari total pendapatan. Sementara itu, pendapatan dari transfer menjadi komponen terbesar dengan kontribusi 78,5 persen, setara dengan Rp1,76 triliun.
Di sisi pengeluaran, belanja daerah direncanakan sebesar Rp2,19 triliun dengan alokasi terbesar pada belanja operasi yang mencapai 72,5 persen atau sekitar Rp1,56 triliun. Belanja modal dianggarkan sebesar 15,4 persen, sementara belanja transfer dan belanja tak terduga masing-masing dialokasikan 12 persen dan 7,26 persen.
Rapat ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, jajaran Forkopimda, pimpinan SKPD, serta para camat se-Kabupaten Gowa, yang turut memberikan pandangan mereka mengenai RAPBD yang dinilai sangat krusial untuk perkembangan daerah.**







