Lintaskabar.id, Makassar – Wali Kota Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham berhasil mendorong pembangunan manusia di Makassar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Seiring kepemimpinan mereka, kualitas hidup masyarakat meningkat, terlihat dari naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan angka harapan hidup warga.

Makassar Tembus Peringkat Tertinggi di Sulsel dan 7 Nasional

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2025, Kota Makassar mencatat IPM tertinggi di Sulawesi Selatan. Dengan capaian 85,66 persen, Makassar juga menempati posisi ketujuh nasional.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Dr. Muhammad Roem, menegaskan, capaian ini membuktikan pembangunan berkelanjutan yang menyentuh aspek dasar kehidupan masyarakat. Menurut Roem, IPM mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan warga, baik dari sisi ekonomi maupun kualitas hidup.

Tren Peningkatan IPM Kota Makassar

Data BPS menunjukkan IPM Makassar mengalami tren positif. Pada 2019–2020, IPM stagnan di 82,25 persen. Namun sejak 2021 meningkat menjadi 82,66 persen, naik lagi pada 2022 menjadi 83,12 persen, dan menembus 84,85 persen pada 2023. Meski turun pada 2024 menjadi 83,90 persen, IPM akhirnya melonjak signifikan pada 2025 hingga 85,66 persen.

Dengan capaian ini, Makassar tidak hanya mempertahankan posisi tertinggi di Sulsel, tetapi juga menorehkan prestasi di tingkat nasional.

Tiga Pilar Utama Penopang Peningkatan IPM

Roem menjelaskan, capaian IPM Makassar didorong oleh tiga pilar utama:

  1. Kesehatan: Angka harapan hidup meningkat, menunjukkan kualitas layanan kesehatan dan pola hidup masyarakat semakin baik.
  2. Pendidikan: Harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah naik, mencerminkan akses pendidikan berkualitas yang lebih luas.
  3. Standar hidup layak: Pengeluaran per kapita meningkat, menandakan daya beli dan kemampuan ekonomi warga bertambah.

Berkat ketiga pilar ini, Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmen menghadirkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berfokus pada kualitas sumber daya manusia demi menjadikan Makassar kota maju, unggul, dan berdaya saing nasional.

Sinergi Lintas Sektor dan Kolaborasi Masyarakat

Roem menekankan, peningkatan IPM merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh perangkat daerah, dukungan pemangku kepentingan, dan partisipasi aktif masyarakat. “Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama memperbaiki tiga dimensi IPM: kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak,” ujarnya.

Transformasi Digital Dukung Pembangunan Manusia

Sektor komunikasi dan informatika juga berperan penting melalui transformasi digital pemerintahan. Roem menjelaskan, “Diskominfo konsisten mendorong transformasi digital, keterbukaan informasi publik, dan pemanfaatan teknologi inklusif.”

Digitalisasi layanan publik meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan informasi berkualitas. Salah satu langkah konkret adalah pengembangan platform Lontara+, yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan pemerintah dengan cepat dan transparan.

Roem menambahkan, pemanfaatan teknologi yang merata memperkecil kesenjangan layanan publik sekaligus meningkatkan literasi digital. “Transformasi digital mempercepat pelayanan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Makassar,” tegasnya.

Optimisme Pemerintah Kota Makassar

Dengan IPM yang terus meningkat, Pemerintah Kota Makassar optimistis mempertahankan posisi strategis sebagai kota dengan kualitas pembangunan manusia terbaik di Sulsel, sekaligus berdaya saing nasional.

Selain itu, kinerja Makassar terlihat dari pertumbuhan ekonomi 5,39 persen, inflasi 2,61 persen, rasio gini 0,391, kemiskinan 4,43 persen, pengangguran terbuka 9,60 persen, indeks reformasi birokrasi 76,78, partisipasi angkatan kerja 60,65 persen, nilai SAKIP 69,69, nilai MCSP KPK 87,00, dan indeks pembangunan pemuda 57,67 persen. (Ar)