Lintaskabar.id, Makassar – Universitas Hasanuddin (Unhas) memastikan bahwa dokumen Pakta Integritas yang beredar di sejumlah media sosial terkait Pemilihan Rektor Unhas periode 2022–2026 merupakan dokumen palsu.
Unhas Luruskan Informasi yang Menyesatkan
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kantor Sekretariat Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Ishaq Rahman menilai peredaran dokumen tersebut berpotensi mencederai nama baik Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa atau Prof. JJ.
Pakta Integritas Asli Bersifat Normatif
Lebih lanjut, Ishaq menjelaskan bahwa Pakta Integritas asli yang Prof. JJ sepakati dengan salah satu penentu suara tidak memuat nama partai politik maupun individu tertentu.
“Dokumen tersebut bersifat normatif dan bertujuan menjaga hubungan kelembagaan antara Rektor Unhas dan pemerintah pusat dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya, Minggu (14/12).
Selain itu, Unhas menegaskan bahwa Pakta Integritas tersebut tidak memuat komitmen politik praktis, tidak mengandung janji kekuasaan, serta tidak mengikat kebijakan kampus pada kepentingan kelompok tertentu.
Rekam Jejak Kepemimpinan Prof. JJ Konsisten Netral
Sejalan dengan penjelasan tersebut, Unhas menilai tuduhan keberpihakan politik terhadap Prof. JJ tidak berdasar. Selama menjabat sebagai Rektor Unhas, Prof. JJ secara konsisten menjaga netralitas dan aktif menjauhkan institusi pendidikan dari kepentingan politik praktis.
Sebagai penguat sikap tersebut, menjelang Pemilihan Presiden 2024, Prof. JJ menerbitkan Maklumat Rektor tertanggal 2 Februari 2024. Melalui maklumat itu, ia mengimbau seluruh elemen bangsa untuk menghargai perbedaan pilihan politik, menolak kampanye hitam, serta tidak menyebarkan hoaks yang berpotensi mengganggu proses demokrasi.
Unhas Aktif Dorong Pemilu Damai
Tidak hanya menjaga netralitas internal, Unhas juga aktif mendorong pelaksanaan Pemilu damai secara nasional. Saat menjadi tuan rumah Forum Rektor Indonesia pada 5 Februari 2024, Unhas ikut merumuskan Seruan Pemilu Damai yang mengajak seluruh komponen bangsa menyukseskan Pemilu 2024 yang aman dan damai, menolak provokasi, serta mendorong masyarakat menggunakan hak pilih sesuai hati nurani.
Unhas Atur Kampanye Secara Tertib dan Setara
Selanjutnya, setelah Mahkamah Konstitusi menerbitkan Putusan Nomor 65/PUU-XXI/2023, Rektor Unhas menerbitkan Peraturan Rektor Nomor 36/UN.4.1/2023 dan membentuk Satuan Tugas Kampanye melalui Keputusan Rektor Nomor 11179/UN4.1/KEP/2023. Melalui kebijakan tersebut, Unhas menjamin kesempatan setara bagi seluruh pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden untuk berkampanye di lingkungan kampus secara tertib dan terkontrol.
Hubungan Prof. JJ dan Jusuf Kalla Bersifat Akademik
Di sisi lain, Unhas menegaskan bahwa Prof. JJ menjalin hubungan dengan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), dalam konteks akademik, kebangsaan, dan kelembagaan. JK beberapa kali hadir di Unhas sebagai pembicara seminar internasional, penyampai orasi ilmiah wisuda, serta mitra dialog kebangsaan.
Bahkan, pada September 2024, JK mengajak Prof. JJ mendampingi lawatan ke Kuala Lumpur untuk memperkuat hubungan serumpun Indonesia–Malaysia. Dalam konteks tersebut, Unhas menilai keikutsertaan Prof. JJ sebagai bentuk kepercayaan personal dan institusional, bukan aktivitas politik praktis.
Senat Akademik Unhas Beri Dukungan Mayoritas
Sementara itu, dalam tahapan penjaringan, Senat Akademik Unhas memberikan dukungan mayoritas kepada Prof. Jamaluddin Jompa dengan perolehan 74 suara atau sekitar 80 persen. Dukungan tersebut mencerminkan kepercayaan senat terhadap kepemimpinan Prof. JJ serta kinerja institusi selama periode sebelumnya.
Oleh karena itu, Unhas mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses pemilihan Rektor yang kini berada dalam kewenangan Majelis Wali Amanat (MWA) sebagai organ tertinggi penentu kebijakan strategis universitas.
Unhas Imbau Hentikan Provokasi dan Dokumen Tidak Sah
Sebagai penutup, Unhas mengimbau civitas akademika dan masyarakat untuk menghentikan provokasi, kampanye negatif, serta penyebaran dokumen tidak sah yang berpotensi mengganggu ketenteraman kehidupan kampus.
Unhas menegaskan bahwa siapa pun Rektor yang MWA tetapkan merupakan pilihan terbaik untuk menjaga stabilitas institusi dan melanjutkan prestasi Universitas Hasanuddin di tingkat nasional maupun internasional.
Klarifikasi tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kantor Sekretariat Rektor Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman, di Makassar, 14 Desember 2025. (Ag/*)







