MAKASSAR – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham (MULIA), terus memperkuat mutu kampanye mereka di tahapan Pilwali Makassar 2024.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pasangan nomor urut 01 tersebut semakin mengintensifkan interaksi dengan masyarakat.

Mereka disebut fokus pada penyampaian program-program unggulan yang dianggap sebagai keunggulan utama mereka dibandingkan kandidat lain.

Menurut Juru Bicara (Jubir) Tim Pemenangan MULIA 01, Andi Januar Jaury Dharwis, dinamika persepsi publik di masa kampanye menjadi perhatian serius Tim Pemenangan MULIA.

Untuk itu, Tim Pemenangan MULIA secara berkala melakukan riset dalam bentuk survei guna mengevaluasi kemajuan kampanye mereka.

Survei ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam jumlah pemilih setia atau strong voters bagi pasangan Appi-Aliyah.

“Hasil survei terbaru menunjukkan posisi pasangan MULIA semakin kuat dengan jarak yang stabil dibandingkan pesaing. Kami tetap berfokus untuk menjaga tren positif ini tanpa merasa jumawa,” ujar Andi Januar kepada wartawan, Senin (14/10/2024).

Kata Andi Januar, pasangan MULIA terus menargetkan langkah-langkah strategis selanjutnya untuk memaksimalkan sisa waktu kampanye.

Ketua Bappilu Partai Demokrat Sulsel itu menyatakan bahwa setiap hasil survei dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kelemahan yang terlihat serta memperkuat strategi di lapangan.

Mereka juga mengombinasikan hasil riset dengan momentum yang tepat untuk mengunci keunggulan di tahap akhir kampanye.

“Kami berupaya memaksimalkan struktur jaringan yang terbentuk hingga ke akar rumput di seluruh wilayah Makassar. Kampanye yang kami lakukan tidak hanya masif, tetapi juga sistematis,” tambahnya.

Dengan luas wilayah sekitar 175 km2 dan populasi 1,4 juta jiwa, fluktuasi pilihan pemilih selama masa kampanye di Makassar sangat mungkin terjadi.

Oleh karena itu, tim Pemenangan MULIA menekankan pentingnya menghadirkan program yang berkualitas, dibandingkan sekadar memberikan cendera mata kepada masyarakat.

“Kami selalu memprioritaskan kualitas setiap pertemuan dengan masyarakat, di mana program-program unggulan kami menjadi bahan diskusi,” tegas Andi Januar.

“Hal ini bukan hanya untuk menyampaikan visi-misi, tetapi juga meninggalkan jejak kuat di hati masyarakat,” tambah Andi Januar.

Ia juga menjelaskan bahwa kampanye MULIA tidak hanya terbatas pada pusat kota, tetapi juga menjangkau pinggiran Makassar.

Dengan waktu tempuh maksimal 45 menit, setiap pasangan calon sudah dapat mencapai seluruh wilayah di kota tersebut.

Dalam agenda blusukan ke masyarakat, pasangan MULIA dinilai mengedepankan dialog berkualitas.

Hal ini dianggap lebih berdampak daripada sekadar memberi hadiah.

“Di era kampanye modern seperti ini, yang menjadi penentu utama adalah mutu dan keunggulan program, bukan lagi cendera mata. Kami ingin masyarakat mengenal MULIA melalui program yang nyata dan relevan dengan kebutuhan mereka,” katanya.

Andi Januar menambahkan, dengan memaksimalkan penetrasi kampanye yang berbasis program unggulan, pasangan MULIA telah berhasil membangun basis pemilih setia di seluruh pelosok Makassar.

Keberadaan jaringan kuat di setiap wilayah menjadi modal penting bagi mereka dalam meraih kemenangan.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa strategi kampanye pasangan Mulia 01 selalu disesuaikan dengan situasi di lapangan dan hasil survei berkala yang mereka lakukan.

Hal ini dilakukan agar langkah-langkah yang diambil semakin tepat sasaran.

Pada 27 November 2024, masyarakat Makassar akan menentukan pilihan mereka.

Dengan keyakinan penuh, Andi Januar menyatakan bahwa program unggulan MULIA akan menjadi keunggulan utama yang membedakan pasangan tersebut dari kandidat lain.

“Pada situasi ini padangan MULIA mengklaim advantage progmam yang dimilikinya yang memang menjadi flagship selama ini,” tutupnya.

Dia meyakini dengan program yang ditawarkan, Appi-Aliyah bisa menjadi pilihan utama masyarakat.

Hasil Survei Terbaru Pilwali Makassar Versi Indikator Politik Indonesia

Pasangan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham memimpin perolehan suara dalam survei terbaru Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Makassar 2024.

Hasil survei yang dirilis oleh Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa pasangan ini meraih elektabilitas sebesar 36,7 persen.

Survei ini menempatkan pasangan Appi-Aliyah di posisi teratas, unggul dari tiga pasangan calon lainnya.

Di posisi kedua, pasangan Indira Jusuf Ismail dan Ilham Ari Fauzi (INIMI) memperoleh 25 persen suara, terpaut lebih dari 10 persen dari pasangan Appi-Aliyah.

Pasangan Andi Seto Gadhista Asapa dan Rezki Mulfiati Lutfi (Sehati) berada di posisi ketiga dengan elektabilitas sebesar 18,9 persen.

Sedangkan pasangan yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Amri Arsyid dan Abdul Rahman Bando (AMAN), harus puas di posisi terbawah dengan perolehan 3,6 persen.

Sebanyak 15,9 persen responden mengaku belum menentukan pilihan atau merahasiakan preferensi politik mereka.

Survei ini dilakukan pada periode 30 September hingga 8 Oktober 2024 dengan melibatkan 800 responden yang tersebar di Kota Makassar.

Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Prof Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa sampel survei ini mewakili pandangan elektoral warga Makassar secara umum.

“Dengan sampel 800 responden, hasil ini mencerminkan kecenderungan pilihan politik warga Makassar,” kata Prof Dr Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan hasil survei.

“Nah, salah satu simulasi yang basic yang selalu kita ajukan dalam pertanyaan yaitu berkaitan top of mind,” tambahnya.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling.

Dengan margin of error sebesar ±3,5 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Responden yang terpilih diwawancarai secara tatap muka oleh tim pewawancara yang sudah dilatih sebelumnya.

Prof Burhanuddin juga menyebutkan bahwa quality control dilakukan pada 20 persen dari total sampel secara acak.

Hasil kontrol tersebut tidak menunjukkan adanya kesalahan berarti dalam proses wawancara yang dilakukan.

Pilwali Makassar 2024 diperkirakan akan menjadi pertarungan yang ketat, terutama dengan dominasi pasangan Appi-Aliyah.

Dukungan kuat dari enam partai politik besar, yaitu Golkar, Demokrat, Perindo, Hanura, Ummat, dan PBB, memperkuat posisi mereka di kancah politik Makassar.

Pasangan INIMI, yang diusung oleh PKB, PPP, dan PDIP, juga menunjukkan performa yang cukup baik dengan elektabilitas mencapai 25 persen.

Namun masih belum cukup untuk menyalip posisi puncak.

Pasangan bertagline SEHATI yang diusung oleh Gerindra, NasDem, PAN, dan PSI, berada di posisi ketiga.

Meskipun memiliki dukungan dari partai-partai besar, mereka tampaknya belum mampu menggeser dominasi pasangan Appi-Aliyah.

Sementara itu, pasangan AMAN harus menghadapi tantangan besar dengan perolehan suara yang jauh tertinggal.

Dukungan dari PKS tampaknya belum mampu meningkatkan elektabilitas pasangan ini di mata pemilih Makassar.**