JAKARTA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan berkonsolidasi dalam menghadapi ketidakpastian global dengan pemikiran yang positif dan optimistis.’

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ajakan ini disampaikan Jokowi saat membuka acara Kompas 100 CEO Forum di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur,Jumat 12 Oktober 2024.

Jokowi menekankan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat bagi bangsa Indonesia untuk bersatu dan bekerja sama, mengingat kondisi dunia yang sedang mengalami banyak ketidakpastian dan ketidakjelasan.

Ia menyebutkan bahwa hampir semua negara menghadapi tantangan serupa. Oleh karena itu, diperlukan kebersamaan dan sinergi dari seluruh elemen bangsa untuk mampu melewati situasi global yang semakin sulit.

“Memang sudah saatnya, bangsa kita berkonsolidasi, semua harus kompak, semua harus bersatu. Karena dunia sekarang, hampir semua negara mengalami tidak jelas semua, tidak pasti semua,” katanya diikuti dalam jaringan (daring) Sekretariat Presiden di Jakarta.

Dalam forum yang dihadiri oleh para CEO, pemerintah, akademisi, dan publik tersebut, Jokowi menggarisbawahi pentingnya berpikir optimis di tengah berbagai tantangan.

Ia mengakui bahwa Indonesia diprediksi akan mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 2,7 hingga 2,8 persen pada tahun depan. Namun, ia menekankan bahwa dalam 10 tahun terakhir, Indonesia berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi rata-rata di atas 5 persen, yang menurutnya merupakan capaian yang harus disyukuri.

Lebih lanjut, Jokowi mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan pentingnya rasa syukur. Ia menyatakan bahwa sering kali masyarakat cenderung lupa untuk bersyukur dan tidak membandingkan kondisi Indonesia dengan negara lain yang mungkin menghadapi situasi lebih sulit. Menurutnya, kondisi Indonesia relatif lebih baik dibandingkan banyak negara lain yang terdampak lebih parah oleh situasi global.

“Kita sering lupa bersyukur, dan kita sering tidak membandingkan negara lain seperti apa, dan negara kita seperti apa,” katanya.

Jokowi juga menyoroti fenomena di mana pemikiran pesimistis dan pandangan negatif lebih banyak mendapat perhatian publik. Menurutnya, hal ini harus diubah, dan diperlukan upaya untuk mempromosikan pemikiran yang lebih positif dan optimistis di tengah masyarakat.

“Saat ini, yang harus disatukan adalah pola pikir positif dan optimistis. Sayangnya, yang sering kali laku di masyarakat adalah pesimisme dan negativisme,” kata Jokowi.

Dengan ajakan ini, Jokowi berharap bangsa Indonesia dapat menghadapi tantangan global dengan semangat yang lebih baik, serta mampu menjaga stabilitas dan kemajuan ekonomi meski di tengah ketidakpastian yang melanda dunia.

“Sekarang ini yang harus dikompakkan adalah pemikiran-pemikiran positif, pemikiran-pemikiran optimistis, tapi sayangnya sekarang yang laku, yang pesimis-pesimis, yang pesimisme yang negativisme itu yang laku,” katanya.**