SULSEL — Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan XIII tahun 2025 telah resmi ditutup pada 31 Juli 2025. Dengan mengangkat tema “Wisata Budaya Warisan Dunia sebagai Aksi Kebangsaan: Kampus Berdampak dan Mengabdi untuk Negeri”, kegiatan ini melibatkan sebanyak 174 mahasiswa dari 99 perguruan tinggi yang tersebar di 28 provinsi di Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung selama satu bulan ini dilaksanakan di 11 desa yang berada di Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Dalam waktu tersebut, para peserta sukses menjalankan 191 program kerja yang dirancang sesuai kebutuhan masyarakat setempat, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pelestarian budaya. Seluruh capaian program didokumentasikan ke dalam 21 buku hasil karya mahasiswa.
Tak hanya berdampak di lapangan, KKN Kebangsaan 2025 juga menunjukkan eksistensinya di ranah digital. Melalui berbagai kanal media sosial, khususnya TikTok, seluruh posko KKN berhasil meraih total 27,4 juta tayangan, menandakan tingginya minat publik terhadap aktivitas mahasiswa di desa.
Hasil survei kepuasan terhadap mitra lokal menunjukkan tingkat kepuasan sebesar 73%, menandakan bahwa kehadiran program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ketua Panitia KKN Kebangsaan 2025, Dr. Ir. Syarifuddin Mabe Parenreng, ST., MT., IPU., CSRS., CRMP.—yang juga menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Pendidikan Berbasis Pengabdian Kepada Masyarakat sekaligus dosen Teknik Industri di Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin—menyampaikan apresiasi atas peran serta seluruh pihak dalam menyukseskan agenda ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kebudayaan atas dukungan dan kolaborasi yang diberikan, begitu juga kepada semua mitra, relawan, dan masyarakat setempat. Ini adalah hasil kerja bersama,” ujarnya.
Dr. Syarifuddin juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa. Ia merespons positif wacana integrasi KKN dengan program pengembangan pariwisata nasional yang diusulkan oleh Wakil Menteri Pariwisata.
“Kami siap terlibat dalam pengembangan destinasi wisata, khususnya di kawasan Indonesia Timur, melalui model KKN Tematik. Semoga langkah ini menjadi bagian nyata dari pemulihan sektor pariwisata pasca pandemi,” tambahnya.
Kegiatan KKN Kebangsaan 2025 menjadi bukti konkret bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dapat menciptakan aksi nyata yang memberikan dampak besar pada pembangunan desa serta penguatan identitas bangsa.
Penulis: Anugrah







