MAKASSAR — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2025–2030, Imam Fauzan AU menyerukan untuk dilakukannya rekonsiliasi total di internal partai pasca pelaksanaan Muktamar X.
Imam menegaskan bahwa rekonsiliasi yang sungguh-sungguh menjadi langkah penting agar PPP dapat kembali fokus menjalankan kerja-kerja politik dan memperjuangkan aspirasi umat.
“Kami berharap proses rekonsiliasi yang sungguh-sungguh bisa benar-benar terwujud. Tujuannya agar PPP dapat kembali fokus memperjuangkan aspirasi umat dan, yang terpenting, mengembalikan kursi PPP di parlemen,” ujarnya di Makassar, Sabtu (4/10).
Ia optimistis bahwa apabila proses rekonsiliasi berjalan dengan baik, PPP akan mampu kembali menembus parlemen pada Pemilu 2029.
Imam juga menekankan pentingnya menjaga dan menghormati hasil Muktamar X yang telah menetapkan H. Muhamad Mardiono sebagai Ketua Umum PPP untuk periode lima tahun ke depan.
Menurutnya, posisi jabatan lain dalam struktur partai dapat dibicarakan dan disepakati bersama demi kepentingan organisasi.
“Yang paling utama adalah menjaga hasil muktamar yang telah menetapkan H. Muhamad Mardiono sebagai ketua umum. Untuk jabatan lainnya, kita bisa duduk bersama dan merundingkannya. Setelah itu, kita jalankan roda organisasi hingga ke tingkat ranting,” jelas Imam.
Ia juga mengingatkan agar PPP tidak lagi terjebak dalam konflik internal yang selama ini kerap menimbulkan isu dualisme kepemimpinan dan berdampak pada menurunnya perolehan suara partai di parlemen.
“Belajar dari pengalaman sebelumnya, PPP sering diterpa isu dualisme yang menyebabkan suara dan kursi partai menurun. Hal seperti ini harus dihentikan. Kepentingan partai harus ditempatkan di atas segala kepentingan pribadi,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Imam mengajak seluruh kader untuk menunjukkan citra positif partai di hadapan publik.
“Mari kita tampilkan berita dan kerja-kerja positif kepada masyarakat. Sudah saatnya kita kembali pada khittah perjuangan PPP,”pungkasnya.
Penulis: Ardhi






