MAKASSAR — Perebutan kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel kian menarik, dengan berbagai kandidat yang mulai menghitung peluang. Salah satu nama yang santer disebut adalah Munafri Arifuddin.
Namun, Wali Kota Makassar itu belum mengambil keputusan final, menegaskan bahwa dukungan mayoritas menjadi faktor utama sebelum ia melangkah lebih jauh.
Munafri mengungkapkan bahwa komunikasi dengan DPD II masih berlangsung guna memastikan apakah pencalonannya mendapat dukungan yang cukup kuat.
“Kita tidak bisa asal maju. Harus bicara dulu dengan DPD II yang lain, memastikan apakah saya bisa didukung atau tidak. Kalau didukung, kita maju terus,” katanya, Jumat (28/3).
Keputusan strategis ini diperkirakan akan lebih matang pasca Lebaran, seiring dengan digelarnya Musyawarah Daerah (Musda) yang akan menentukan kepemimpinan partai ke depan.
Menurut Munafri, seluruh kontestan harus mengikuti mekanisme partai, termasuk menunggu petunjuk pelaksanaan (Juklak) dari DPD I.
Munafri juga menegaskan bahwa perintah dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) menjadi faktor krusial dalam langkah politiknya. Jika DPP memberikan arahan untuk maju, maka ia siap melaksanakan keputusan tersebut tanpa ragu.
“Kalau perintah DPP, kita langsung eksekusi. Tidak ada urusan,” tegasnya.
Selain dukungan partai, Munafri juga mempertimbangkan bagaimana posisinya di Golkar bisa berdampak pada tugas-tugasnya sebagai Wali Kota Makassar.
Ia ingin memastikan bahwa tanggung jawabnya di pemerintahan tetap berjalan optimal jika ia memutuskan maju di Golkar Sulsel.
Bagi Munafri, pencalonan bukan sekadar ambisi, tetapi tentang membaca peluang dengan cermat.
“Kalau ada 20 daerah mendukung, maka peluang kita besar. Tapi kalau baru tiga yang dukung sementara 20 lainnya ke kandidat lain, ya pasti kita mundur,” jelasnya.
Ia juga mengakui telah melakukan komunikasi informal dengan beberapa tokoh, termasuk Ilham Arief Sirajuddin (IAS), yang dikabarkan berpotensi maju dalam bursa Ketua DPD I Golkar Sulsel.
“Saya sempat bicara dengan Pak IAS, dia bilang berencana mau maju. Saya jawab, saya tinggal menunggu keputusan DPP. Kalau DPP bilang maju, ya kita maju,” katanya.
Dengan dinamika politik yang terus berkembang, Golkar Sulsel masih menanti siapa yang akan tampil sebagai kandidat terkuat.
Keputusan Munafri untuk maju atau tidak kemungkinan besar baru akan terlihat setelah Lebaran, ketika peta dukungan mulai jelas.
Penulis: Ardhi







