MAKASSAR—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan menemui Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, guna membahas dampak kebijakan efisiensi anggaran terhadap industri perhotelan. Pertemuan berlangsung di Balai Kota Makassar pada Senin (10/3).
Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga, menyoroti berkurangnya kegiatan pemerintahan di hotel akibat efisiensi anggaran, yang berdampak pada penurunan pendapatan dan berpotensi mengancam tenaga kerja di sektor ini.
“Sejak adanya efisiensi anggaran, jumlah kegiatan yang diselenggarakan di hotel menurun drastis. Ini berpengaruh pada pemasukan hotel dan bisa berujung pada pengurangan tenaga kerja,” ujar Anggiat.
Untuk mengatasi dampak ini, ia mengusulkan agar lebih banyak event, seminar, dan pameran industri digelar di Makassar guna menarik kunjungan dan menjaga kelangsungan bisnis hotel.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa Pemkot Makassar akan berupaya mendorong pertumbuhan industri perhotelan melalui promosi dan peningkatan jumlah event.
“Kami memahami tantangan yang dihadapi industri perhotelan. Oleh karena itu, Pemkot akan lebih aktif dalam mendukung event dan promosi guna menarik wisatawan dan pelaku bisnis ke Makassar,” kata Munafri.
Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah optimalisasi promosi berbagai event, baik dari komunitas lokal maupun yang berskala nasional.
Pemkot juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata untuk memastikan kegiatan yang diselenggarakan dapat memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan dan usaha terkait.
Selain itu, Munafri menegaskan bahwa proses perizinan untuk penyelenggaraan acara akan dipermudah agar para pelaku industri dan penyelenggara event tidak terbebani oleh regulasi yang rumit.
“Kami akan menyederhanakan proses perizinan agar hotel dan sektor pendukung lainnya tetap dapat berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah,” tutupnya.
Penulis: Anugrah







