MAKASSAR—Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terus mematangkan persiapan pembukaan Program Studi Spesialis Emergensi dan Program Studi Kedokteran Gigi dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan yang berlangsung pada 30-31 Januari 2025 di Gedung Iqra, Kampus Unismuh Makassar, ini menjadi langkah strategis dalam memenuhi persyaratan akademik dan administratif.

Bimtek ini menghadirkan empat narasumber dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI, yakni Deny Kurniawan (Direktorat Kelembagaan), Prof. Liliana Sugiharto (Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya), Juni Handajani (Universitas Gadjah Mada), dan Dwi Arman Prasetya (UPN Veteran Jawa Timur).

Peserta kegiatan terdiri dari Tim Taskforce Prodi Spesialis Emergensi dan Tim Taskforce Prodi Kedokteran Gigi (S1 dan Profesi). Turut hadir Rektor Unismuh Dr. Abdul Rakhim Nanda, Wakil Rektor II Prof. Andi Sukri Syamsuri, Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Prof. Suryani As’ad, serta jajaran akademisi lainnya.

Rektor Unismuh, Abdul Rakhim Nanda, menekankan bahwa pembukaan program studi baru harus melalui proses bimbingan teknis sebagai bagian dari persiapan kelembagaan dan pemenuhan standar pendidikan.

“Unismuh berkomitmen untuk memenuhi seluruh persyaratan, termasuk kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur, sebelum prodi ini resmi dibuka,” ujarnya, Jumat (30/1).

Pada kesempatan tersebut, Rektor juga memaparkan visi kepemimpinannya melalui video bertajuk I-GiF, yang menekankan konsep pendidikan ramah lingkungan, berorientasi masa depan, dan inklusif bagi penyandang disabilitas. Selain itu, ia mengungkapkan rencana pembangunan gedung baru Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan serta Rumah Sakit Unismuh di Jalan Tun Abdul Razak, Gowa.

Dari sisi regulasi, Deny Kurniawan dari Kemendiktisaintek menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh pembukaan prodi baru di Unismuh.

Namun, ia mengingatkan agar seluruh proses administrasi dan dokumen pengusulan disiapkan secara matang agar sesuai dengan standar yang berlaku.

Diharapkan, dengan adanya prodi baru ini, Unismuh semakin berkontribusi dalam pengembangan pendidikan kedokteran, terutama di bidang kegawatdaruratan medis dan kedokteran gigi, guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.

Penulis:Anugrah