Lintaskabar.id, Makassar – Kepedulian terhadap isu lingkungan yang dibarengi kemampuan komunikasi yang mumpuni mengantarkan Adhel Tiana Palute, mahasiswi Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Bosowa, meraih posisi Runner Up 3 Puteri Bumi Sulawesi Selatan 2026.
Ia mengikuti rangkaian seleksi di sejumlah lokasi strategis di Makassar, mulai dari kawasan mangrove hingga malam grand final di Gedung Mulo.
Penguatan Wawasan Lingkungan dan Budaya
Selain itu, ajang ini tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga menekankan penguatan wawasan lingkungan serta pelestarian budaya lokal. Panitia menghadirkan berbagai agenda, seperti kunjungan edukatif, diskusi lingkungan, pembekalan materi, hingga penelusuran sejarah di Museum La Galigo untuk membentuk karakter peserta.
“Tujuan utama dari ajang ini adalah membentuk generasi muda yang mampu menjaga, melestarikan, dan mempromosikan lingkungan serta potensi daerah. Semua rangkaian kegiatan benar-benar mengasah kepedulian dan kemampuan kami,” ujar Adhel. Kamis (23/4)
Proses Panjang dan Penuh Tantangan
Adhel mengungkapkan bahwa ia melalui proses seleksi yang panjang dan menantang, mulai dari tahap administrasi, wawancara, hingga masa karantina. Panitia menilai kemampuan berpikir kritis, kerja sama tim, serta public speaking dalam setiap tahapan.
“Seluruh tahapan menjadi proses belajar yang sangat berharga, karena tidak hanya menguji kemampuan, tetapi juga membentuk kepercayaan diri,” tuturnya.
Hadapi Persaingan Ketat dengan Konsistensi
Sementara itu, Adhel menghadapi persaingan ketat dari peserta dengan beragam latar belakang daerah. Ia menilai tantangan terbesarnya adalah menjaga konsistensi energi dan rasa percaya diri.
“Saya harus mampu mengatur waktu, terus belajar, dan tetap percaya pada kemampuan diri. Dukungan dari keluarga dan teman juga menjadi kekuatan besar bagi saya,” ungkapnya.
Komitmen Berkontribusi untuk Lingkungan
Ke depan, Adhel berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam isu lingkungan sekaligus membawa nama Universitas Bosowa semakin dikenal luas. Ia ingin mengedukasi masyarakat melalui program berbasis 3M serta menunjukkan bahwa mahasiswa Unibos tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.
“Saya ingin menjadi bagian dari perubahan dengan mengedukasi masyarakat melalui program berbasis 3M dan menunjukkan bahwa mahasiswa Unibos tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan,” pungkasnya. (Ag)







