Lintaskabar.id, Paraguay – Pertandingan Superclásico antara Olimpia dan Cerro Porteño di Asunción berakhir ricuh setelah bentrokan suporter dan aparat kepolisian memaksa laga dihentikan pada hari Minggu (19/4).
Ledakan Petasan Picu Kepanikan di Stadion
Dilansir dari bbc.com. Awalnya, pertandingan di Stadion Defensores del Chaco berjalan normal. Namun, situasi berubah tegang ketika suporter meledakkan petasan berdaya tinggi dari tribun pendukung Cerro Porteño. Kejadian ini langsung memicu kepanikan di antara penonton.
Polisi Tembakkan Gas Air Mata dan Penonton Berhamburan
Selanjutnya, ratusan penonton berlarian ke lapangan untuk menyelamatkan diri. Polisi kemudian menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah tribun untuk mengendalikan situasi yang semakin tidak terkendali.
Aparat Amankan Ratusan Orang dan Data Korban Terluka
Setelah itu, aparat keamanan menahan sekitar 100 orang yang diduga terlibat dalam kericuhan. Pihak keamanan juga melaporkan sedikitnya enam petugas mengalami luka, termasuk satu dalam kondisi serius.
Rumah Sakit Catat Cedera Serius pada Petugas
Sementara itu, juru bicara rumah sakit setempat David Torales menjelaskan kondisi korban. Ia mengatakan, “petugas mengalami cedera kepala, laserasi, termasuk kemungkinan luka tusukan, dan cedera lainnya,” bebernya.
Polisi Tegaskan Tindakan untuk Kendalikan Situasi
Di sisi lain, pihak kepolisian menegaskan langkah mereka bertujuan menjaga keselamatan penonton. Dalam pernyataannya, polisi menyebut, “petugas polisi segera bertindak untuk memastikan keselamatan mereka yang hadir.” Polisi juga menegaskan akan mengidentifikasi pihak pemicu kerusuhan untuk dijatuhi sanksi dan larangan hadir di stadion.
Dampak Besar pada Klasemen Liga
Insiden ini turut memengaruhi persaingan di Divisi de Honor Paraguay. Olimpia masih unggul enam poin atas Cerro Porteño yang sebelumnya menjuarai Torneo Clausura 2025.
Klub Bersikap Berbeda Soal Tanggung Jawab
Terakhir, aturan Asosiasi Sepak Bola Paraguay menyebut pertandingan yang dihentikan akibat ulah suporter dapat berujung sanksi administratif. Presiden Olimpia Rodrigo Nogues menyatakan akan menuntut tiga poin, sementara Presiden Cerro Porteño Blas Reguera menegaskan bahwa tanggung jawab keamanan berada di pihak tuan rumah. (**)







