Lintaskabar.id, Makassar – Legislator Golkar Andi Patarai Amir menyoroti LKPJ Gubernur Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Sulsel di kantor sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (31/3/2026). Ia menilai dokumen masih memiliki kekurangan.
“Ini sekadar koreksi, karena paripurna hari ini memang tidak ada sesi jawaban dan pandangan. Jadi tidak ada salahnya saya menyampaikan koreksi. Mohon maaf Pak Gubernur, mungkin juga belum membaca LKPJ ini, termasuk Pak Sekda,” ujarnya.
Kesiapan Tim Penyusun
Ia menilai tim penyusun belum siap menyerahkan laporan. “Saya mengambil kesimpulan bahwa tim penyusun LKPJ ini seolah-olah belum siap menyerahkan LKPJ-nya,” tegasnya.
Data Belum Lengkap
Ia menemukan sejumlah indikator belum tersedia dan menyoroti dugaan penggunaan data lama tahun 2020.
“Ada indeks modal manusia belum rilis, indeks ketahanan nasional juga belum rilis. Bagaimana kita mau bahas kalau datanya tidak ada? Tidak ada angka capaian yang dituangkan di LKPJ ini,” kritiknya.
“Kalau dia bilang bukan copy paste, dia bohong. Ini jelas diambil dari tahun 2020. Saat itu Pak Gubernur masih menjabat wakil gubernur,” ujarnya.
Koordinasi dan OPD
Ia mempertanyakan koordinasi dengan Bappeda Sulsel dan menilai sejumlah OPD tidak mencantumkan permasalahan serta solusi.
“Dinas Pendidikan tidak mencantumkan permasalahan dan solusi. Begitu juga Dinas Pemuda dan Olahraga. Seolah-olah tidak ada masalah di sana,” katanya.
“Kalau tidak ada permasalahan dan solusi, apa yang mau kami bahas di DPRD, khususnya di komisi yang menjadi mitra OPD?” tambahnya.
Tanggapan Gubernur
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menilai kritik sebagai masukan. “Ini masukan yang bagus. Memang ada sejumlah data yang belum rilis,” ujarnya.
Ia menjelaskan keterlambatan data karena batas waktu hingga 31 Desember.
“Memang ada yang belum rilis karena cutoff-nya adalah Desember. Kalau rilisnya di tahun sekarang, itu memang belum bisa masuk, karena kita bicara cutoff 31 Desember,” jelasnya.
Ia tetap mengapresiasi tim penyusun.
“Bukan berarti saya membela sekda dan tim, tetapi ini juga menjadi masukan. Kita juga perlu memberikan apresiasi,” tutupnya. (Ar)







