Lintaskabar.id, Makassar – Sebuah kapal nelayan meledak di area tanggul Pelabuhan Paotere, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/2) dini hari. Insiden ini menyebabkan sejumlah korban mengalami luka-luka dan menjalani perawatan medis.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Polisi Sebut Kapal yang Meledak KM Risnawati Indah

Kasubsi Penmas Humas Polres Pelabuhan Makassar, Aipda Aidil, menyatakan kapal yang meledak adalah KM Risnawati Indah. Kapal itu bersiap membongkar muatan ikan di Pelabuhan Paotere sebelum mendistribusikan hasil tangkapan.

“Kapal mau membongkar hasil tangkapan ikan sebelum didistribusikan ke tempat pelelangan ikan,” kata Aidil, Selasa.

Nakhoda dan ABK Baru Pulang Melaut

Aidil menjelaskan Culli Dg Ewa memimpin KM Risnawati Indah sebagai nakhoda dengan sembilan anak buah kapal (ABK). Mereka baru kembali dari melaut dan langsung menyiapkan proses bongkar muat.

Percikan Api Picu Ledakan di Bagian Depan Kapal

Saat kapal berada di area tanggul pelabuhan, salah satu ABK menyalakan mesin untuk penerangan. Namun, percikan api muncul di bagian depan kapal dan kemudian menjalar ke area mesin.

“Awalnya ada kilatan, lalu terjadi ledakan,” ujar Aidil.

ABK Lompat ke Laut untuk Selamatkan Diri

Ledakan memicu kepanikan di atas kapal. Para ABK segera menyelamatkan diri dengan melompat ke laut.

“Semua ABK melompat ke laut,” jelasnya.

Tidak Ada Korban Jiwa, Polisi Masih Selidiki Penyebab

Insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi ledakan merusak kapal dan menyebabkan nakhoda serta sejumlah ABK mengalami luka-luka sehingga memerlukan perawatan.

“Untuk penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. Seluruh korban saat ini mendapatkan perawatan dan observasi medis lebih lanjut,” tandas Aidil.

Berikut data korban dalam peristiwa tersebut, yakni Dg Ewa selaku juragan kapal mengalami luka-luka. Sementara itu, Dg Lantik mengalami patah kaki kiri. Korban lainnya, Aldi mengalami luka pada bagian wajah, sedangkan Dg Ngitung juga mengalami luka pada wajah. Rahmat yang merupakan buruh angkut mengalami luka pada kaki kiri.

Adapun Dg Rani mengalami luka pada wajah serta pergelangan tangan kanan. Bayong alias Sija tidak mengalami luka, namun tetap menjalani perawatan intensif. Selain itu, Putra mengalami luka bakar pada bagian punggung. Dg Tangga mengalami luka pada lengan kiri dan kaki kanan. Sedangkan Sampara Jarung Dg Tujuh dilaporkan tidak mengalami luka. (Zi)